
Bukittinggi, HN– Objek wisata ikonik Jam Gadang yang menjadi kebanggaan Kota Bukittinggi ternyata menyimpan masalah serius yang dibiarkan berlarut-larut. Ratusan lampu penerang dan lampu taman di seluruh kawasan sekitarnya sudah mati dan tidak berfungsi lagi sejak lebih dari satu tahun terakhir. Akibatnya, kawasan yang seharusnya terang benderang pada malam hari justru menjadi gelap gulita, menimbulkan berbagai dampak negatif baik untuk keamanan maupun kenyamanan wisatawan dan masyarakat.
Menurut Yp, salah satu pengunjung yang juga merupakan warga setempat, kondisi ini sudah sering disampaikan ke berbagai pihak terkait namun tidak pernah ada tindakan nyata.
“Lampu itu kan sangat vital, bukan cuma buat penerang saja. Kalau tempat terang, niat jahat oknum-oknum bisa terhindar. Tapi kalau gelap begini, justru memudahkan terjadinya aksi kejahatan, bahkan aksi-aksi porno pun bisa terjadi dengan leluasa karena didukung keadaan yang gelap. Belum lagi petugas Satpol PP yang seharusnya berjaga, juga jarang terlihat melakukan kontrol,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Ia juga menjelaskan bahwa konsisi ini juga sudah dilaporkan dan meminta bantuan ke anggota DPRD Kota Bukittinggi, Adre Putra, untuk membantu memfasilitasi penyelesaian masalah ini. Namun hasilnya nihil.
“Waktu kami sampaikan dan minta tolong, jawabannya santai saja: ‘ya nanti saya sampaikan’. Tapi sampai sekarang, tidak ada apa-apa. Tidak ada perbaikan, tidak ada penggantian lampu, semuanya tetap sama saja. Seakan-akan keadaan ini memang sengaja dibiarkan seperti itu,” tambahnya.
Padahal, Jam Gadang merupakan objek wisata andalan yang menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Hampir semua wisatawan yang datang ke Bukittinggi pasti berkunjung ke tempat ini, bahkan menjadi kebiasaan yang mengatakan “belum ke Bukittinggi kalau belum singgah ke Jam Gadang”. Selain itu, ribuan masyarakat juga menggantungkan hidupnya dari berbagai usaha perdagangan dan jasa di sekitar kawasan ini.
Menurut pengamatan Yp, masalah ini menjadi tanggung jawab utama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi selaku pengelola fasilitas umum. Ia pun mempertanyakan kinerja dan alasan mengapa perbaikan tidak kunjung dilakukan.
“Kemana bapak Kepala Dinas beserta jajarannya? Apakah terlalu sibuk sampai lupa mengurus hal penting seperti ini? Atau memang sudah tidak ada anggaran lagi untuk perbaikan? Kalau memang tidak ada anggaran, harusnya dicarikan solusi, bukan dibiarkan begitu saja” tambahnya.

Menurutnya, dengan kondisi minim penerangan seperti saat ini, dengan banyaknya pengunjung di malam hari yang datang untuk sekedar duduk-duduk atau menikmati kuliner di sekitaran Jam Gadang membuat suasana tidak nyaman.
“Sudah banyak lampu yang mati, tapi anehnya pihak berwenang tidak tahu atau pura-pura tidak mau tahu supaya tidak ada anggaran perbaikan. Jangan maunya hanya uang masuk saja tidak mau mengeluarkan anggaran untuk perbaikan fasilitas di sekitar Jam Gadang ini” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Yp juga menyampaikan harapan besar kepada Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, agar segera mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, terutama pada malam hari. Diharapkan dengan mengetahui keadaan ini, beliau dapat menegur dan mengarahkan seluruh pihak yang berwenang untuk segera memperbaiki keadaan.
“Kebetulan tahun ini Jam Gadang genap berusia 100 tahun, bahkan baru saja dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dari Pemerintah Pusat. Alangkah baiknya kalau kunjungan itu juga dilakukan pada malam hari, supaya bisa melihat sendiri kekurangan yang ada. Jangan cuma bagus di atas kertas saja, atau cuma bagus kalau ada tamu pentingnya saja. Kami berharap Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup betul-betul bekerja sesuai kebutuhan di lapangan, tidak hanya pandai bicara bagus ke atasan tapi di lapangan terbukti banyak yang berantakan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan beberapa pengunjung lain (yang enggan disebutkan namanya) yang ditemui media ini. Pada intinya mereka menginginkan agar Pemerintah Kota memperhatikan fasilitas penerangan di kawasan Jam Gadang dan sekitaran Jam Gadang, karena pada malam hari memang banyak pengunjung yang datang hanya sekedar untuk duduk santai maupun menikmati kuliner yang ada di sekitaran Jam Gadang.
Selain pengunjung Tim Media juga mewawancarai beberapa Pelaku Usaha K yang ada di sekitaran Objek Wisata Jam Gadang. Meraka mengatakan bahwa kondisi kawasan sekitaran Jam Gadang memang sudah lama minim penerangan. ” Harapannya sama Pak, agar Pemerintah Kota dan pihak terkait bisa memperhatikan kawasan ini, menambah lampu-lampu penerangan yang cukup sehingga kami nyaman berusaha di sini, pengunjung pun nyaman” ujar mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi terkait keluhan dan permasalahan yang disampaikan oleh pelaku usaha dan masyarakat ini. (Tim/Red)