Masalah Poktan Sumur Betung Tak Kunjung Usai….

poktan sumur betung

Tanah Datar,hulunews.net,Permasalahan kelompok Tani Sumur Betung seprtinya tak kunjung usai.Meskipun beberapa waktu lalu yaitu pada tanggal 24 Januari 2019  telah  diadakan rapat penyelesaikan masalah tersebut  dengan  bersama pihak Dinas,tetapi masih ada ganjalan-ganjalan yang dirasakan anggota Poktan Sumur Betung tersebut.Walau dalam rapat  Pihak Distan telah menyatakan bahwa permasalahan yang ada di Kelompok Tani Sumur Betung dianggap selesai dan Poktan tersebut sudah bisa menjalankan aktivitas kelompok seperti biasanya.

Seperti pengakuan yang disampaikan Mega salah satu anggota Poktan Sumur Betung yang mengaku telah meminjam Tangki Semprot untuk menyemprot pematang sawah kepada Sekretaris Kelompok,tetapi sangat disayangkan Tangki Semprot tersebut tidak bisa dipakai karena tidak ada pompanya.Padahal menurut keterangan yang didapat bahwa Tangki Semprot  tersebut belum pernah dipakai oleh siapapun. “Hal tersebut berarti barang-barang/peralatan kelompok tidak dirawat dengan baik dan ada indikasi diabaikan/dibiarkan begitu saja” ujar Mega yang didampingi suaminya Eri Kelana kepada Tim HuluNews di Kediamannya,Senin 28 Januari 2019.

Dengan perasaan kecewa dan sedih,Mega juga mengatakan bahwa dirinya tidak jadi menyemprot.Dia juga menambahkan bahwa mesin bajak kelompok yang satunya lagi juga rusak dan terbengkalai karena tidak dirawat dan tidak adanya koordinasi yang baik dari ketua kelompok,sehingga kelompok vakum dan tidak ada komunikasi yang baik antara anggota kelompok dan pengurus.

Sementara itu beberapa anggota Poktan Sumur Betung yang lain juga ikut angkat bicara,kalau mereka juga memikirkan kenapa semenjak tahun 2012 lalu sampai saat ini kas yang ada dalam kelompok hanya berjumlah lebih kurang Rp.500.000,- saja,padahal seharusnya menurut penilaian mereka jumlah uang kas kelompok  jumlahnya lebih besar dari jumlah tersebut.

Wali Nagari Padang Ganting ( Pak Oyong,sapaan akrab sehari-hari) yang dikonfirmasi Tim HuluNews melalui Telepon juga mengatakan bahwa Beliau sudah mengetahui permasalahan Poktan Sumur Betung ini,sewaktu Beliau ke Dinas Pertanian tetapi Beliau belum mendapat hasil Tim dari Distan dengan Kelompok Tani Sumur Betung Kamis 24 Januari lalu.Wali Nagari Padang Ganting berjanji akan menayakan dan menelusuri indikasi permasalahan yang ada di dalam Kelompok Tani Sumur Betung tersebut. “Setelah mendapat hasil penelusuran,saya akan memberikan keterangan selanjutnya kepada pihak media ” ujar Pak Oyong,yang dkonfirmasi sekira pukul 15. 30 sore tadi.

Sementara Tim HuluNews belum berhasil mendapatkan keterangann dari petugas PPL yang bersangkutan,karena saat dihubungi via  Pesan WA maupun via telephon, Azizah selaku PPL Pertanian Nagari Padang Ganting pun selalu mengatakan “Maaf tidak bisa angkat telephon”.Nampaknya memang tidak ada itikad baik dari Pihak PPL tersebut untuk mengklarifikasi dan meluruskan permasalahan yang ada di Poktan Sumur Betung.Padahal Tim HuluNews hanya bermaksud baik agar jangan ada lagi permasalahan di kelompok,serta permasalahan yang ada di Poktan Sumur Betung agar segera enemui titik terang sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan/dipelakukan tidak adil.

Kabid Penyuluhan Distan Tanah Datar mengatakan bahwa Kelompok Tani Sumur Betung sudah bagus dibandingkan dengan kelompok-kelompok lain yang ada di Tanah Datar.Sungguh aneh jawaban Beliau….Karena secara tidak langsung Kabid telah mengakui indikasi kekacauan kelompok pertanian yang ada/banyak masalah.

Sungguh sangat disayangkan,indikasi penghamburan dan tidak tepat sasaran penggunaan  uang negara justru tidak mendapat perhatian dan respon yang serius dari Pihak-Pihak terkait.Ada apa sebenarnya dengan hal tersebut….. ???

Sementara di lain pihak masih banyak Kelompok-Kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan dari pemerintah tersebut.Seperti Kelompok Tani Serba Usaha Ganesha,Sawah Galang ,Jorong Koto Gadang Hilir,Nagari Padang Ganting yang diketuai oleh Eri Kelana.

Menurut keterangan Ketua bahwa Poktan Serba Usaha Ganesha sudah lebih dulu berdiri dari Kelompok Tani Sumur Betung,namun sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan dalam bentuk apapun.

Eri juga menjelaskan bahwa anggota mereka pernah mengajukan proposal bantuan Bibit Kakao ke Dinas Pertanian tetapi tidak mendapat bantuan bibit walau sebatangpun dengan alasan kelompok terlambat dalam menjemput bibit.

“ Sungguh aneh,kok ada istilah terlambat dalam menjemput bibit,padahal kan sudah ada jatah kelompok masing-masing.Sedangkan kelompok yang hanya mementingkan pribadi kok bisa di bina dan diberikan berbagai macam bantuan peralatan,seperti Poktan Sumur Betung yang saat ini sedang diselesaikan masalahnya”ujar Eri Kelana (yang  juga merupakan suami Mega anggota Poktan Sumur Betung yang merasa dirugikan)  kepada Tim HuluNews yang ditemui di kediamannya. Pihak Poktan Serba Usaha Ghanesa maupun anggotaa Poktan Sumur Betung berharap Wali Nagari beserta  PPL dan pihak terkait dapat menyelesaikan pemasalahan ini lebih serius lagi dan juga meninjau permasalahan Poktan Ghanesa yang belum penah mendapatkan bantuan apapun sejak berdirinya tahun 2012 lalu. (ZZ.Dt.Malako)