
Tanah Datar hulunesw.net – Kenakalan remaja akhir-akhir ini main marak dan sulit dibendung.Hal tersebut seolah menjadi momok menakutkan bagi para orang tua,Ninik mamak,Tokoh masyarakat dan Pemerintah Nagari.Adat-istiadat salingka nagari maupun nilai-nilai agama seakan terkikis bahkan hanyut oleh derasnya arus teknologi,ilmu pengetahuan,transformasi yang lancar dan masih banyak hal lain yang menyebabkan krisisnya nilai-nilai sosial kemasyarakatan tersebut.
Krisis moral,iman dan taqwa benar-benar melanda berbagai lapisan masyarakat terutama generasi muda yang cenderung mencari jati diri,sehingga sering menyalahartikan kebebasab yang akhirnya trjerumus ke dalam kenakalan remaja bahkan kejahatan.
Menyadari dan menyikapi hal tersebut disadari tokoh-tokoh perantau Nagari Tanjung Bonai,Kecamatan Lintau Buo Utara bekerjasama dengan pemerintah nagari berinisiatif untuk melakukan Pengkaderan Generasi Muda..Dengan dukungan penuh dari perantau Wali Nagari Lutfi di undang ke Jakarta untuk membicarakan beberapa hal yang perlu berkaitan dngan bantuan masyarakat Tanjung Bonai di perantauan.
Pertemuan tersebut diadakan di Gedung LPK Halim Perdana KusumaJakarta,Minggu 20 Januari 2019 lalu.
Melalui prtemuan terseut Wali Nagari Tanjung Bonai Lutfi menyampaikan beberapa program nagari kepada Perantau KKTB (Kerukunan Keluarga Tanjung Bonai) yang juga dihadiri ketua KKTB Ismed dan pengurus serta anggota lainnya.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa perantau akan mendukung penuh kegiatan Nagari Tanjung Bonai dalam pengkaderan generasi muda terutama di bidang regenerasi Imam; Khatib;Bilal; serta mengasah generasi muda menjadi penceramah yang handal.
“Selain itu juga akan dilatih generasi muda yang mampu memandikan dan mengkafani jenazahbaik perempuan maupun laki-laki” kata Wali Nagari Lutfi kepada awak media HuluNews swaktu berkunjung ke kantor beliau,Jum’at 01 Februari lalu.
Lutfi juga mengatakan bahwa di Tanjung Bonai terdapat 33 TPA yang aktif,semua tersebar di seluruh nagari.Semua TPA tersebut tetap beraktivitas di surau-surau setempat dan sekali dalam seminggu dikumpulkan untuk melakukan kegiatan TPA gabungan di Mesjid Raya Tanjung Bonai.
Pada saat itulah diberikan pembekalan dan pembelajaran penerus untuk menjadi penceramah,khatib,imam dan lain-lain dan dikhrir kegiatan akan diberikan uang sebagai transfor supaya generasi muda diharapkan bisa datang semua dari keseluruhan TPA yang ada,sehingga tujuan kegiatan untuk menciptakan generasi muda yang beriman dan bertaqwa bisa terwujud.
“Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan juga mampu membendung segala kenakalan remaja saat sekarang ini” ujar Lutfi yang juga mengatakan bahwa semua biaya kegiatan berasal dari perantau. Semoga kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan mampu menghasilkan output generasi muda yang berimtaq,berilmu,beradat-istiadat dan berbudaya.(ZZ Dt.Malako)