Penerangan di Sekitaran Objek Wisata Jam Gadang Minim, Pelaku Usaha dan Masyarakat Mengaku Kecewa

8 / 100 SEO Score

Bukittinggi, HN– Objek wisata ikonik Jam Gadang yang menjadi kebanggaan Kota Bukittinggi ternyata menyimpan masalah serius yang dibiarkan berlarut-larut. Ratusan lampu penerang dan lampu taman di seluruh kawasan sekitarnya sudah mati dan tidak berfungsi lagi sejak lebih dari satu tahun terakhir. Akibatnya, kawasan yang seharusnya terang benderang pada malam hari justru menjadi gelap gulita, menimbulkan berbagai dampak negatif baik untuk keamanan maupun kenyamanan wisatawan dan masyarakat.

Menurut Yopi, salah satu pelaku usaha yang telah beraktivitas di kawasan ini selama belasan tahun, kondisi ini sudah sering disampaikan ke berbagai pihak terkait namun tidak pernah ada tindakan nyata.

“Lampu itu kan sangat vital, bukan cuma buat penerang saja. Kalau tempat terang, niat jahat oknum-oknum bisa terhindar. Tapi kalau gelap begini, justru memudahkan terjadinya aksi kejahatan, bahkan aksi-aksi porno pun bisa terjadi dengan leluasa karena didukung keadaan yang gelap. Belum lagi petugas Satpol PP yang seharusnya berjaga, juga jarang terlihat melakukan kontrol,” ungkap Yopi dengan nada kecewa.

Yopi juga menjelaskan bahwa pihaknya bahkan sudah meminta bantuan ke anggota DPRD Kota Bukittinggi, Bapak Adre Putra, untuk membantu memfasilitasi penyelesaian masalah ini. Namun hasilnya nihil.

“Waktu kami sampaikan dan minta tolong, jawabannya santai saja: ‘ya nanti saya sampaikan’. Tapi sampai sekarang, tidak ada apa-apa. Tidak ada perbaikan, tidak ada penggantian lampu, semuanya tetap sama saja. Seakan-akan keadaan ini memang sengaja dibiarkan seperti itu,” tambahnya.

Padahal, Jam Gadang merupakan objek wisata andalan yang menjadi penyumbang terbesar pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata. Hampir semua wisatawan yang datang ke Bukittinggi pasti berkunjung ke tempat ini, bahkan menjadi kebiasaan yang mengatakan “belum ke Bukittinggi kalau belum singgah ke Jam Gadang”. Selain itu, ribuan masyarakat juga menggantungkan hidupnya dari berbagai usaha perdagangan dan jasa di sekitar kawasan ini.

Menurut pengamatan Yopi, masalah ini menjadi tanggung jawab utama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi selaku pengelola fasilitas umum. Ia pun mempertanyakan kinerja dan alasan mengapa perbaikan tidak kunjung dilakukan.

“Kemana bapak kepala dinas beserta jajarannya? Apakah terlalu sibuk sampai lupa mengurus hal penting seperti ini? Atau memang sudah tidak ada anggaran lagi untuk perbaikan? Kalau memang tidak ada anggaran, harusnya dicarikan solusi, bukan dibiarkan saja bertahun-tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Yopi juga menyampaikan harapan besar kepada Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, agar segera mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, terutama pada malam hari. Diharapkan dengan mengetahui keadaan ini, beliau dapat menegur dan mengarahkan seluruh pihak yang berwenang untuk segera memperbaiki keadaan.

“Kebetulan tahun ini Jam Gadang genap berusia 100 tahun, bahkan baru saja dikunjungi oleh Menteri Pariwisata dari pemerintah pusat. Alangkah baiknya kalau kunjungan itu juga dilakukan pada malam hari, supaya bisa melihat sendiri kekurangan yang ada. Jangan cuma bagus di atas kertas saja, atau cuma bagus kalau ada tamu pentingnya saja. Kami berharap Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup betul-betul bekerja sesuai kebutuhan di lapangan, tidak hanya pandai bicara bagus ke atasan tapi di lapangan terbukti banyak yang berantakan,” pungkas Yopi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi terkait keluhan dan permasalahan yang disampaikan oleh pelaku usaha dan masyarakat ini. (Tim/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *