
Tanah Datar, hulunews.net-Kabupaten Tanah Datar lolos Tahap II dalam Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat Provinsi Sumatera Barat . Memasuki penilaian tahap II ini, tim melakukan penilaian presentasi dan wawancara terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan stakeholder terkait di kabupaten/kota yang masuk nominasi.
Ketua Tim Penilai Utama Kuartini Deti Putri yang juga merupakan Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa Kabupaten Tanah Datar masuk nominasi bersama 5 Kabupaten dan 3 kota lain di Sumatera Barat.
“Penilaian tahap I PPD secara teknis untuk dokumen RKPD dan dokumen inovasi sudah dilakukan dan ditetapkan 6 kabupaten dan 3 kota termasuk Kabupaten Tanah Datar lolos tahap II yang mendapat kunjungan perdana” kata Deti di Aula Baperlitbang Senin, 03 Februari 2020.
Baca Juga :
- Kepemimpinan Kepala Daerah Sumatera di Tengah Bencana: Ujian Nyata Kapasitas Pemimpin Daerah
- Menanggapi Krisis Public Trust: Peran Sentral Kepemimpinan Etis dalam Birokrasi Pemerintahan untuk Memulihkan Kepercayaan Publik
- Peduli Bencana Agam, Lapas Bukittinggi Serahkan Bantuan Sosial untuk Warga Terdampak
- Kantah Kota Payakumbuh Hadiri Penutupan Lelang BMN di KPKNL Bukittinggi
- Lapas Bukittinggi Gelar Penggeledahan Insidentil
Deti juga menjelaskan Tim penilai terbagi 2 yaitu Tim Penilai Utama dari Bappeda Provinsi yaitu Kuartini Deti Putri dan Siti Latifah sementara Tim Penilai Independen dari akademisi atau praktisi yang ahli di bidangnya yaitu Prof. Melinda Nur, Prof. Ansofino dan Dr. Asrinaldi.
Sementara Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah dalam paparannya memuat 4 aspek utama yaitu aspek pencapaian pembangunan, aspek kualitas dokumen RKPD, aspek proses penyusunan RKPD dan aspek Inovasi.
“Tanah Datar tahun 2019 dinobat sebagai kabupaten terbaik di Indonesia, ini menjadi tantangan berat bagi kami bisa mempertahankan namun demikian ini bukan kerja satu institusi dengan dukungan bersama semoga bisa memberikan hasil yang terbaik juga,” ucap Alfian mengawali.
“Untuk tahun ini sesuai tema yang ditetapkan pembangunan sumberdaya manusia maka dipilihlah inovasi kabupaten kreatif Gerbang Harapan yaitu Gerakan Pembangunan Melalui Pelatihan Keterampilan” lanjutnya.
“Inovasi ini lahir dari komitmen pemerintah daerah untuk terus berupaya mengurangi jumlah pengangguran melalui penyediaan fasilitas lapangan pekerjaan bagi penduduk usia angkatan kerja dan pelaku ekonomi sesuai dengan potensi yang dimiliki,” terang Alfian.
Alfian uga menjelaskan bahwa pelaksanaan inovasi Gerbang Harapan ditunjuk pengelolanya pada Dinas Parpora di mana salah satu bidangnya pengembangan ekonomi kreatif, Dinas Koperindag pada bidang industri berupa UPT Sentra Tenun dan Dinas Dikbud yaitu pendidikan khusus bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan karena fisik dan emosional.
Di kesempatan penilaian ini turut memberikan penjelasan Wakil Ketua DPRD Anton Yondra,SE; Sekda Irwandi; Asisten Ekobang Edi Susanto; UP2K Situmbuk; Kepala Sekolah SLB Autiscare Snec Batusangkar Fitriyani.
Turut hadir dalam acara tersebut BPS Tanah Datar, Camat , Wali Nagari, perangkat daerah terkait dan pelaku usaha ekonomi kreatif. (ZZ/hms)