
Tanah Datar,hulunews.net,- Kemelut kesalah pahaman Masalah Kelompok Tani Sumur Betung,Nagari Padang Ganting masih berlarut-larut.Mekipun Pihak PPL sudah berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan masalah kesalahpahaman tersebut,namun hingga saat ini masalah Poktan Sumur Betung belum menemui titik terang.Pasalnya masih ada indikasi kalau anggota Kelompok Tani Sumur Betung banyak yang belum puas dengan hasil rapata yang diadakan oleh PPL bersama anggota Poktan tersebut dan masih menyimpan seribu tanda tanya dalam hati.
Seperti terdengar dalam sebuah rekaman dalam Rapat Kelompok Tani Sumur Betung yang diadakan pada Minggu kedua bulan ini.Dalam rekaman tersebut Tim HuluNews mendengar kalau pengurus Kelompok beusaha menjelaskan pembuangan hasil dari mesin kelompok dan kondisi mesin kelompok kepada seluruh anggota.Dalam rapat yang di pandu oleh PPL terdengar bahwa Seluruh Anggota Kelompok sudah paham,akan tetapi pada kenyataannya di dalam hai masing-masing anggota masih merasa belum puas dengan penjelasan Pengurus Kelompok dan masih menyimpan beribu tanda tannya.
Yang menjadi tanda tanya bagi para anggota adalah kenapa hanya terdapat satu kali setoran mesin bajak ke-2 terus rusak,padahalmesin tersebut baru.Begitu juga dengan mesin bajak pertama setorannya juga hanya sekalidalam setahun.Padahal menurut anggota kelompok kalau masing-masing mempunyai bibit benih 5 gantang saja berarti untuk seluruh anggota kelompok sudah 85-100 gantang bibit dikalikan 30000 dikalikan 2 dalam setahun.itu jumlahnya sudah melebihi dari jumlah yang dibacakan dalam pembukuan pengurus saat rapat.
Menurut Mega,salah satu anggota Kelompok juga mengatakan bahwa banyak Anggota Poktan Sumur Betung yang jumlah bibitnya diatas 5 gantang,bahkan lebih dari 10 gantang.Hal itu berarti jumlah kas yang masuk dalam pembukuan Kelompok jauh lebih banyak jumlahnya dari pada yang dibacakan pada saat rapat tersebut.
Mega juga mengatakan bahwa mesin bajak tidak hanya membajak sawah anggota kelompok saja,melainkan juga membajak sawah petani lain. “Dalam artian seharusnya jumlah kas kelompok tidak minimum atau hanya segitu saja jumlah uang kas,harus lebih dari yang dibacakan” ujar Mega yang didampingi suaminya Eri Kelana pada saat memberikan keterangan kepada Tim HuluNews kemaren.Jadi kemana hasil dari operasi mesin bajak selama ini… ???Hal tersebut menunjukkan adanya indikasi pembukuan Pengurus Kelompok Tani Sumur Betung tidak transparan atau ada juga indikasi bahwa keuangan kelompok telah disalahgunakan… ???
Sedangkan Pihak PPL yang dikonfirmasi lewat Telephon ,namun Tim tidak memperoleh keterangan karna nomor di luar jangkauan. (ZZ.Dt.Malako)