Mengenal Lebih Dekat Data Warehouse

Hulunews.net – Data warehouse atau gudang data adalah sebuah sistem berskala besar dan terstruktur yang dapat digunakan sebagai tempat pengolahan dan juga analisa data. Data dan informasi yang terkumpul didapat dari database operasional, eksternal, dan lainnya biasanya memiliki keunggulan yang sama baiknya. Anda dapat menyimpan data dan informasi dalam bentuk data warehouse elektronik atau dalam sebuah komputer maupun dalam cloud internet.

Contoh Data Warehouse

Salah satu contoh data warehouse yang sering digunakan oleh beberapa perusahaan dan organisasi adalah BigQuery. Apakah Anda pernah mendengarnya? BigQuery termasuk ke dalam data  warehouse milik Google. Seluruh data dan informasi yang Anda miliki akan masuk ke dalam Google Cloud Platform dan data warehouse ini memiliki fitur yang dapat menganalisa data Anda secara real-time dengan sistem NoOPs atau tanpa operator.

Karakteristik Data Warehouse

1. Berorientasi pada Subjek (Subject Oriented)

Berorientasi pada subjek-subjek utama yang mendukung pergerakan sebuah perusahaan seperti customer, produk, dan lainnya.

Hal ini berarti data warehouse akan memberikan pandangan ringkas di sekitar subjek tertentu dengan mengecualikan data yang tidak membantu untuk mendukung proses pengambilan keputusan.

2. Terintegrasi

Data warehouse dapat secara terintegrasi menyimpan data dari sumber-sumber yang terpisah ke dalam suatu format tanpa mengurangi konsistensi di dalamnya.

3. Memiliki Rentang Waktu

Seluruh data yang ada di dalam data warehouse memiliki rentang waktu sehingga dapat digunakan sebagai perbandingan dalam proses analisis data.

4. Dikoleksi Secara Berkesinambungan

Database pada data warehouse akan selalu di-refresh secara reguler sehingga akan terus bertambah dan kemudian disatukan dengan data yang telah ada sebelumnya

Jenis-Jenis Data Warehouse

Secara umum, data warehouse terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Enterprise Data Warehouse (Gudang Data Perusahaan): jenis data warehouse ini bekerja dengan mengintegrasikan beberapa area fungsional di dalam organisasi sehingga mudah diakses dan menyediakan dukungan dalam membuat keputusan bisnis.
  • Operational Data Store (Penyimpanan Data Operasional): berbeda dengan jenis sebelumnya, jenis data warehouse yang satu ini digunakan saat melakukan proses transaksi online (Online Transaction Processing/OLTP). Selain itu, akan berguna disaat data warehouse lain tidak dapat menyediakan laporan yang dibutuhkan.
  • Data Mart: jenis yang terakhir ini merupakan bagian dari gudang data. Sebagaimana namanya, dibuat untuk mendukung bagian bisnis spesifik seperti pembelian dan penjualan.

Komponen Data Warehouse

Ada 5 komponen utama data warehouse untuk membuatnya berfungsi, dapat dikelola, dan diakses, yaitu:

1. Warehouse

Komponen data warehouse yang pertama adalah warehouse (gudang) itu sendiri. Gudang ini memiliki bentuk yang berbeda-beda yang di dalamnya terdapat juga memori yang terintegrasi pada bagian utama konfigurasi.

2. Warehouse Management

Komponen selanjutnya adalah warehouse management. Karena perannya yang sangat kompleks maka harus ada pihak yang mengelola data warehouse dengan baik. Adapun hal yang perlu diperhatikan dan dikelola yaitu keamanan, pembaharuan data, pemilihan tugas prioritas hingga mengelola  backup  dan recovery.

3. Metadata

Metadata berfungsi untuk menentukan sumber, penggunaan, nilai, dan fitur lain dari kumpulan data di data warehouse Anda. Singkatnya, komponen inilah yang akan memberikan konteks agar informasi di warehouse lebih jelas.

4. Tools ETL

ETL tools adalah singkatan dari Extract, Transform, and Load Tools. Komponen ini berfungsi membaca, mengumpulkan, dan memindahkan data dari berbagai sumber yang volumenya besar ke lintas platform.

Selain itu, dengan bantuan ETL inilah data dapat diurutkan, digabungkan, diformat ulang dan difilter sesuai dengan kebutuhan pengguna.

5. Akses Tools

Komponen ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan data yang disimpan di warehouse. Namun, karena banyaknya data maka dapat membuat pengguna bingung untuk membaca dan mengalisis.

Nah, komponen yang satu ini dapat membantu Anda mengakses data yang Anda perlukan saja. Jadi, dengan bantuan tools Anda tidak perlu lagi repot mencari satu per satu data. Contohnya, saat Anda ingin mencari nama konsumen, Anda hanya perlu memilih “customer name” menggunakan akses tools.

Adapun fungsi data warehouse untuk perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Mendatangkan ROI yang Tinggi

ROI atau Return on Investment merupakan rasio yang dihasilkan antara laba bersih dan biaya investasi sebuah perusahaan. Semakin tinggi ROI sebuah perusahaan, berarti semakin tinggi pula keuntungan yang dihasilkan dari investasi tersebut.

2. Terdapat Fitur History

Seperti yang sudah Anda ketahui, data warehouse akan melakukan refresh secara berkala sehingga mereka mempunyai history data yang dapat Anda gunakan untuk melakukan perbandingan.Anda dapat menganalisis berbagai data dan informasi dari periode dan tren yang berbeda untuk membuat prediksi terkait langkah apa yang harus diambil di masa mendatang.

3. Memudahkan dalam Mengakses Data

Semakin banyak dan mudah perusahaan Anda dalam mengakses data, maka ini menandakan perusahaan Anda sudah selangkah lebih maju dari perusahaan pesaingnya. Hal ini dikarenakan Anda tidak perlu membuang waktu untuk mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber.

4. Mendukung dalam Pengambilan Keputusan

Setelah semua data dan informasi dikumpulkan di data warehouse secara otomatis untuk Anda. Tentunya, hal ini dapat menguntungkan untuk perusahaan Anda dari segi pengambilan keputusan yang cepat dan juga akurat.

5. Menghemat Anggaran

Manfaat data warehouse yang terakhir dapat menghemat pengeluaran. Penghematan biaya dapat terjadi karena keseluruhan data dan informasi disimpan dalam sebuah software ataupun dalam cloud internet sehingga Anda tidak membutuhkan hardware.

Apa Itu Cloud Computing? 

Istilah ini merujuk pada bentuk infrastruktur yang dari fisik dialihkan ke internet, artinya sifatnya online. 

Jadi secara harfiah, cloud computing merupakan suatu teknologi yang mengelola proses pengolahan sistem daya komputasi dengan menggunakan jaringan internet yang menghubungkan satu komputer ke komputer lainnya. 

Dalam teknologi ini kemudian menjadikan internet sebagai pemeran utama yang menjadi media penyimpanan data secara online. Sekaligus berperan dalam menghubungkan semua komputer dalam satu atap, maupun satu gedung. Sehingga tidak salah jika teknologi ini dikatakan sebagai infrastruktur modern dalam proses pengolahan dan penyimpanan data. 

Google Drive termasuk ke dalam penyedia layanan cloud computing yang dikenal seluruh dunia. Menyediakan ruang penyimpanan yang bisa diakses banyak pihak dari perangkat masing-masing untuk bertukar data satu sama lain. 

Setiap ada pekerjaan misalnya, yang sudah selesai maka tinggal diunggah ke Google Drive. Siapa saja yang memerlukan hasil pekerjaan tersebut tinggal membuka Google Drive yang login dengan user yang sama maupun yang diberi akses masuk oleh pengunggah data atau hasil kerja tadi. 

Sehingga, tanpa perlu bertatap muka maupun tanpa perlu bekerja berdekatan semua pihak bisa mengakses hasil kerja di dalam Google Drive tadi. Di masa pandemi seperti sekarang, dimana aktivitas bekerja dilakukan dari rumah masing-masing. Google Drive yang mengusung teknologi cloud computing memberi kemudahan signifikan. 

Dimana seluruh karyawan dalam satu perusahaan bisa saling bertukar hasil pekerjaan dan bertukar data dan laporan apapun dari jarak jauh. Adanya teknologi ini tentu memberi banyak keuntungan bagi perusahaan. Tidak heran jika terus berkembang dan semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Sejarah dan Perkembangan Komputasi Awan 

Jadi, konsep dari teknologi komputasi awan sendiri ternyata bermula sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Lebih tepatnya di tahun 1960-an atau sekitar 60-an tahun yang lalu. Pada masa tersebut adalah John McCarthy yang selama ini dikenal sebagai pakar komputasi MIT menyampaikan visi “suatu hari nanti komputasi akan menjadi infrastruktur publik”. 

Visi ini tent masih sangat jauh untuk direalisasikan, sebab internet sendiri berkembang masih jauh dari masa dimana McCarthy menyampaikan visinya. Melalui visi tersebut, baru kemudian di tahun 1995 istilah cloud computing diperkenalkan oleh publik. Yakni dilakukan oleh Larry Ellison yang merupakan pendiri Oracle. 

Ellison pada masa tersebut memperkenalkan istilah “Network Computing”, dan menjadi langkahnya untuk memberi gugatan kepada Microsoft yang merajai desktop computing. Menurut Ellison, penggunaan Windows 95 dengan segala software di dalamnya sebenarnya bisa dipangkas. Sehingga tidak perlu lagi memakai banyak software

Hanya dibutuhkan sebuah terminal yang nantinya akan terhubung ke server. Hal ini kemudian merangsang banyak perusahaan untuk menciptakan terminal dengan basis teknologi Network Computing tadi. Seperti yang dilakukan oleh Sun Microsystem dan juga Novell Netware. 

Namun Network Computing kemudian hilang begitu saja, karena pada masa tersebut kualitas jaringan pada komputer belum sebaik sekarang. Kemudian di tahun 2000-an Amazon melakukan modernisasi pusat data dan kemudian menjadi titik awal komputasi awan dikenal lebih luas. 

Setelah sukses menemukan arsitektur awan baru, Amazon kemudian merilis produk baru yang mengusung teknologi cloud computing. Yaitu Amazon Web Service (AWS) yang diluncurkan pada tahun 2006.

 

Konsep Cloud Computing 

Komputasi awan kemudian membantu pengguna komputer untuk bisa memakai layanan aplikasi dan platform apapun tanpa perlu melakukan instalasi. Sehingga ruang penyimpanan di perangkat komputer cenderung hemat dan selalu dalam kondisi lapang. 

Dalam penerapan teknologinya, komputasi awan memiliki konsep yang khas dimana terdapat beberapa jenis konsep. Diantaranya adalah: 

1. Software As a Service

Konsep pertama adalah Software as a service yang sering disebut dengan istilah Saas. Definisinya adalah suatu layanan komputasi awan yang memungkinkan pengguna untuk mengakses langsung suatu aplikasi. Sebagai pengguna tentunya dimanjakan karena hanya perlu tahu aplikasi tersebut berjalan dengan baik. 

Tidak perlu pusing memikirkan infrastruktur dan detail lain yang menentukan jalan tidaknya aplikasi tersebut. Adapun contoh aplikasi yang memakai sistem Saas ini ada Gmail, Yahoo!, Outlook dan beberapa aplikasi media sosial seperti Twitter dan Facebook. 

2. Platform As a Service 

Konsep cloud computing yang kedua adalah platform as a service atau Paas yang merupakan teknologi komputasi awan yang menyediakan platform untuk membangun aplikasi dengan teknologi komputasi. Jadi, bagi siapa saja yang ingin membuat aplikasi komputasi awan seperti Yahoo! dan kawan-kawannya. 

Maka bisa menggunakan platform yang menggunakan teknologi komputasi awan. Melalui Paas ini pengguna bisa menggunakan segala fitur yang disediakan untuk membangun, mengupload, testing, dan konfigurasi terhadap aplikasi yang dibuat atau diciptakan. 

Adapun contoh platform yang menyediakan layanan berbasis Paas ini ada Amazon Web Service, Facebook, Microsoft Azure, dan masih banyak lagi yang lainnya. Lewat Paas maka pengguna bisa fokus menciptakan dan mengembangkan aplikasi yang dimiliki tanpa perlu repot mengurus infrastruktur komputasi awan. 

3. Infrastructure As a Service 

Konsep cloud computing berikutnya adalah Infrastructure as a service atau Iaas. Yaitu layanan komputasi yang fokus menyediakan infrastruktur IT seperti CPU, RAM, storage, bandwidth, dan juga jenis konfigurasi lainnya. Lewat layanan berbasis Iaas ini maka pengguna tidak perlu membeli perangkat komputer sendiri. 

Tidak perlu pusing untuk melakukan instalasi perangkat dan repot dengan pemeliharaannya, sebab tinggal memakai saja. Hanya saja untuk keperluan keamanan, OS, aplikasi, database, dan lain-lain perlu diurus sendiri. 

Manfaat Cloud Computing 

Melalui penjelasan di atas maka bisa diketahui bahwa teknologi komputasi awan memberikan sejumlah manfaat. Beberapa diantaranya adalah: 

1. Stabilitas 

Manfaat yang pertama adalah stabilitas, yakni tidak lagi dipusingkan dengan proses peningkatan kapasitas penyimpanan data. Ketika dibutuhkan maka pengguna jasa cukup menghubungi penyedia layanan cloud computing maka kapasitas penyimpanan akan lebih besar. 

Hal ini membantu pengguna jasa komputasi awan untuk menghemat biaya, karena tidak perlu membeli perangkat tambahan. Baik itu komputer dengan kapasitas penyimpanan lebih besar maupun membeli hardisk sebagai media penyimpanan tambahan. 

2. Keamanan 

Manfaat kedua adalah mendapatkan jaminan keamanan, sebab fitur keamanan yang tinggi sudah disediakan oleh penyedia layanan komputasi awan. Semua data yang disimpan di dalam aplikasi, maupun platform dan infrastruktur berbasis komputasi awan dijamin aman. 

3. Fleksibilitas

Komputasi awan juga memberi fleksibilitas tinggi kepada para pengguna jasanya. Sebab semua data yang disimpan di dalam komputasi awan tadi, nantinya bisa diakses dengan mudah. Kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja yang sudah diberi akses untuk masuk. 

Hal ini membuat teknologi komputasi awan sangat bersahabat untuk era digital seperti sekarang. Yakni meminimalkan interaksi fisik, dan lebih fokus pada interaksi jarak jauh namun tetap maksimal dalam melakukan suatu pekerjaan. 

4. Kreasi 

Komputasi awan juga mendukung pengguna untuk lebih mengembangkan kreativitas dan kreasi dalam menyusun project. Sehingga saat project sudah dikerjakan maka pengguna jasa tidak perlu mengirimkannya langsung ke perusahaan. Melainkan dikirimkan dulu di penyedia komputasi awan dan kedepannya tinggal terima beres. 

5. Efisiensi Biaya 

Teknologi cloud computing tentu memberi efisiensi dari segi biaya, sebab tidak perlu pusing menyediakan infrastruktur yang kompleks. Tidak perlu juga menginstal banyak aplikasi di perangkat sekedar untuk menggunakannya sesekali. Sehingga biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan menjadi sangat efisien. 

Contoh Cloud Computing 

Sebagian besar dari kita memang pada dasarnya asing dengan istilah komputasi awan dan bagaimana proses penerapannya. Namun tanpa sadar sudah menggunakan teknologi komputasi awan tersebut. Hal ini tidak aneh, karena sudah banyak perusahaan penyedia aplikasi maupun platform yang mengusung teknologi tersebut. 

Sehingga dalam keseharian kita sendiri sudah cukup sering berinteraksi dengan komputasi awan meskipun tidak paham definisinya. Membantu mengetahui apa saja yang sudah digunakan dalam keseharian dan menggunakan teknologi komputasi awan, maka bisa melihat beberapa contoh komputasi awan tersebut dibawah ini: 

Google Drive 

Contoh yang pertama dari teknologi cloud computing adalah Google Drive seperti yang dijelaskan di awal. Google Drive dikenal sebagai media penyimpanan online dengan akses masuk berupa alamat email dari Gmail. Sesuai namanya, aplikasi satu ini disediakan oleh Google. 

Penggunaannya membantu menyimpan file jenis apapun dengan mudah di internet, dan berbagi file tersebut dengan mudah juga. Cukup membagikan link, atau memberi izin masuk dengan memasukan alamat email teman yang diajak berbagi. 

Maka semua file yang dibagikan dalam satu folder bisa diakses dan dikelola bersama-sama. Selain digunakan sebagai media penyimpanan, Google Drive juga bisa digunakan sebagai media backup data, edit file, menyimpan link, dan lain sebagainya. 

Media Sosial 

Punya akun di media sosial? Jika iya, maka pada dasarnya sudah menggunakan teknologi komputasi awan. Sebab sejumlah media sosial sudah menerapkan teknologi tersebut untuk memudahkan pengguna mengakses layanan di dalamnya tanpa perlu menginstal aplikasi di perangkat. 

Tidak semua media sosial sudah memakai teknologi komputasi awan, namun media sosial yang bisa dibuka di browser tanpa perlu instalasi aplikasi artinya sudah memakai teknologi tersebut. Contohnya adalah Facebook, Youtube, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. 

Layanan Telemedicine 

Di bidang kesehatan teknologi cloud computing juga sudah jamak ditemukan. Sebab sudah banyak layanan telemedicine yang bisa diakses tanpa perlu melakukan instalasi aplikasi di perangkat. Misalnya saja layanan HaloDoc, KlikDokter, SehatQ, dan lain sebagainya. 

Dropbox 

Suka menggunakan Dropbox? Dropbox juga merupakan salah satu contoh dari komputasi awan. Sebab menyediakan layanan penyimpanan data secara online yang kemudian memudahkan pemilik untuk mengaksesnya kapan saja dan dimana saja. 

Prinsip kerjanya mirip dengan Google Drive, dan beberapa fiturnya pun terlihat sama meskipun ada beberapa perbedaan. Namun Dropbox cukup populer karena membuatnya bisa dijalankan di perangkat dengan sistem operasi jenis apapun sekaligus gratis dengan kapasitas penyimpanan yang besar. 

Adapun contoh platform dan aplikasi yang memakai teknologi komputasi awan ini adalah Zoom, Google Meet, Google Video for Education, dan lain sebagainya. Ciri khasnya tentu saja bisa diakses tanpa perlu melakukan instalasi, cukup dibuka melalui browser di perangkat dan terhubung ke internet. 

Bidang Pemerintahan 

Penggunaan teknologi komputasi juga dilakukan di bidang pemerintahan. Sudah banyak kementerian dan lembaga pemerintahan yang mengusung teknologi ini dalam menyediakan kemudahan bagi masyarakat mengakses layanan dan informasi terbaru. 

Lalu, apa saja aplikasi teknologi cloud computing dalam kehidupan sehari-hari? Tentunya sangat banyak, sesuai dengan contoh teknologi komputasi awan yang dipaparkan di poin sebelumnya. Apalagi saat ini sudah banyak provider komputasi awan menawarkan jasanya, yang tentu membuat teknologi ini semakin mudah untuk dimanfaatkan dalam keseharian. 

Supaya tidak sulit untuk mengetahui pemanfaatan atau aplikasi dari teknologi komputasi awan dalam keseharian. Berikut beberapa contohnya: 

  1. Menggunakan Google Drive untuk saling bertukar file atau data, misalnya seorang desain grafis di tempat kerja sudah menyelesaikan pekerjaannya dan mengirimkan hasil desainnya ke bagian admin media sosial untuk diposting melalui Google Drive. 
  2. Menggunakan layanan dari Gmail untuk saling mengirimkan dokumen dan file, bisa juga untuk mengirimkan lamaran pekerjaan ke perusahaan yang membuka lowongan kerja. 
  3. Aktif menggunakan media sosial untuk bertegur sapa dengan teman dan sanak famili dengan lebih menarik lewat fitur-fiturnya. 
  4. Menggunakan Google Meet untuk melakukan meeting online bersama seluruh rekan kerja. 
  5. dan lain sebagainya.

Strategi Pengembangan Bisnis yang Efektif

1. Membangun Merek

Merek atau brand adalah tanda yang diasosiasikan terhadap suatu produk. Merek juga bertujuan untuk menjadi pembeda antara suatu produk dengan produk lainnya. Saat melihat merek, konsumen atau calon konsumen akan dengan mudah mengenal produk yang dijual. 

Karena itu, agar mendapat perhatian selayaknya dari khalayak, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran konsumen akan merek produk Anda. Salah satu caranya dengan rajin memperkenalkan identitas merek kepada calon konsumen potensial melalui media sosial. 

2. Menambah Modal

Selanjutnya, agar rencana pengembangan bisnis berjalan dengan lancar, dibutuhkan modal yang memadai. Modal dibutuhkan untuk memenuhi sejumlah hal, mulai dari menambah kapasitas produksi hingga memaksimalkan promosi dengan tujuan agar penjualan meningkat.

Untuk mendapatkan modal tambahan, ada beberapa cara alternatif yang bisa dilakukan. Pertama, menggunakan tabungan atau menjual aset milik sendiri. Kedua, mengajukan kredit ke bank. Ketiga, meminta dukungan dana dari investor. Tiap pilihan tentu ada kelebihan dan kekurangan sehingga perlu dipertimbangkan terlebih dahulu.

3. Strategi Penjualan yang Tepat

Strategi pengembangan bisnis juga tak bisa dilepaskan dari strategi penjualan yang digunakan. Ada beberapa strategi penjualan yang umum digunakan saat ini. Salah satunya, buy market share, yaitu menjual produk yang sama kepada orang-orang yang sama. Dalam hal ini, ada 3 hal yang akan dibandingkan, yaitu kualitas, layanan, dan harga.

Strategi penjualan lain adalah berburu calon konsumen baru (hunt) atau mengelola pelanggan yang lama (farm). Berburu konsumen baru membutuhkan usaha yang besar karena Anda harus memperkenalkan produk dari awal. Sementara itu, mengelola pelanggan lama adalah cara yang mudah dan paling mungkin dilakukan oleh pemilik usaha.

4. Visible Expert dengan Content Marketing

Salah satu strategi untuk mengembangkan bisnis kekinian adalah visible expert dengan menggunakan content marketing. Maksud dari strategi ini adalah dengan membuat salah satu atau seluruh tim Anda terlihat ahli di bidangnya oleh calon konsumen. Strategi pengembangan bisnis ini sangat efektif jika Anda terapkan khususnya pada usaha jasa seperti agency atau outsourcing.

Salah satu cara agar strategi visible expert bisa berjalan adalah dengan menulis, berbicara atau meng-upload konten yang membahas seputar keahlian/bisnis Anda dan bagaimana konten yang Anda bagikan tersebut dapat memecahkan masalah klien Anda.

Telah banyak pakar yang membangun reputasinya dengan strategi ini sehingga brand dari bisnisnya pun ikut menjadi kuat dan dikenal oleh calon konsumen. Akan tetapi, dibutuhkan bagian yang baik dari karir calon expert untuk melaksanakan strategi ini.

Salah satu contoh penerapan dari strategi ini adalah menjadi pembicara di berbagai webinar, penulis tamu di situs bereputasi, hingga sharing secara bebas di media sosial seputar keahlian Anda. Bahkan kekinian, telah banyak pakar yang beralih ke media sosial seperti youtube.

5. Mengoptimalkan Analisis SWOT

Meski terdengar klasik, metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) masih cukup relevan untuk digunakan dalam pengembangan bisnis. Metode ini bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi yang sedang terjadi dalam sebuah perusahaan. 

Strength adalah berbagai kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan dan bisa memberikan dampak positif. Weakness adalah kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan dan berdampak negatif terhadap perkembangan perusahaan. Weakness sebaiknya diperbaiki agar tidak menghalangi kemajuan perusahaan.

Opportunity adalah peluang yang bisa dioptimalkan oleh perusahaan sehingga bertahan di pasar. Threats adalah ancaman yang dapat menghambat pengembangan perusahaan. Mengetahui keempat hal ini akan memudahkan Anda dalam menentukan keputusan yang efektif dan menghasilkan keuntungan.

6. Bergabung dalam Komunitas

Saat ini banyak sekali komunitas atau forum-forum bisnis yang diinisiasi oleh para pengusaha. Anda dapat bergabung dengan komunitas tersebut untuk mendapatkan informasi, berbagi, hingga menjalin relasi. Bukan tidak mungkin, relasi yang terjalin dengan baik dapat menjadi gerbang untuk terjadinya kolaborasi bisnis dalam menjangkau konsumen bisnis yang baru dan mengembangkan usaha Anda.

7. Berpartisipasi dalam Acara Amal

Strategi pengembangan bisnis selanjutnya adalah ikut berpartisipasi pada acara amal. Anda bisa menjadi salah satu sponsor untuk menyukseskan acara tersebut. Selain itu, Anda juga bisa membantu korban yang sedang mengalami bencana, baik itu bencana alam gempa bumi, hingga kebakaran hutan. Tidak hanya membantu secara finansial, perusahaan Anda dapat membantu dengan mengirimkan tim emergency response (siaga bencana) di perusahaan Anda jika ada. Secara tidak langsung, hal-hal tersebut akan berdampak pada peningkatan brand untuk bisnis Anda.

8. Melakukan Inovasi

Hal-hal baru yang disematkan dalam produk inovatif diharapkan dapat meningkatkan minat calon pembeli. Namun, sebuah inovasi tidak boleh dilakukan secara asal. Harus ada pertimbangan dan perhitungan yang matang sehingga hasil inovasi nantinya benar-benar dibutuhkan oleh pengguna. Nah, modal utama untuk melakukan inovasi adalah riset dan data pelanggan.

Penulis: Edwin Anwar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *