IAIN Batusangkar Gelar Workshop Dan Evaluasi Kurikulum

IAIN Batusangkar Gelar Workshop Dan Evaluasi Kurikulum min

Tanah Datar hulunews.net – Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Batusangkar melakukan peninjauan Kurikulum di Hotel Grand Zuri Pekanbaru.

Acara yang diikuti Kamis 04 April 2019 tersebut adalah dalam rangka optimalisasi kurikulum berbasis KKNI sekaligus penandatanganan MoA dengan tiga Fakultas yang ada di UIN SUSKA Riau. Adapun ke tiga fakultas tersebut yaitu masing-masing Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin, dan Fakultas Psikologi.

Acara dihadiri langsung oleh Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA dan Dekan masing-masing fakultas beserta jajaran.

Dalam sambutannya Kasmuri yang sekaligus membuka acara secara resmi menyatakan bahwa dalam hal ini IAIN Batusangkar cukup berani dalam membuat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah menjadi satu fakultas yang dipimpin oleh satu Dekan saja. Namun harus ada kerja keras yang melibatkan segala civitas akademika salah satunya dengan meningkatkan kualitas kurikulum yang ada di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar. Menurut Kasmuri sebenarnya tidak perlu SKS yang terlalu banyak dalam suatu prodi, kita harus bisa menyeleksi beberapa matakuliah yang dianggap unggul dan bisa menjadi icon dalam prodi yang ada di Fakultas.

Hal senada disampaikan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar Dr. Adripen, M.Pd, bahwa Kurikulum merupakan jantungnya suatu program studi. Suksesnya suatu program studi tergantung bagaimana cara institusi menyusun kurikulum. Kurikulum sarjana di Indonesia pada umumnya berjumlah 144-160 SKS, namun kita tidak perlu berpedoman kepada jumlah SKS maksimal, kita cukup mengambil jalan tengah dengan memilih matakuliah inti sesuai dengan learning outcomes dan sisanya di integrasikan kepada matakuliah yang ada di institusi maupun fakultas.

Workshop tersebut mengangkat bertema ”Optimalisasi dan Penguatan Kurikulum Berbasis KKNI”.Adapun narasumber yang didatangkan adalah Prof. Dr. Khairunnas Rajab, MA.

Dalam paparannya Prof. Dr. Khairunnas Rajab, MA menjelaskan bahwa posisi Kurikulum Indonesia dibandingkan Negara tetangga Malaysia, Singapura, dan Thailand masih jauh tertinggal karena Kurikulum perguruan tinggi yang kita rancang masih belum tepat sasaran. Jika di bandingkan perguruan tinggi kita dengan yang ada diluar sana ternyata masih belum bisa menggambarkan apa yang menjadi ciri dalam perguruan tinggi, ini adalah kelemahan yang tidak bisa dibiarkan terlalu lama, ujar khairunnas. Sebuah Institusi harus bisa menggambarkan apa yang menjadi ciri khas bagi setiap program studi yang tertuang dalam matakuliah unggulannya, maka setelah matakuliah disusun dalam suatu kurikulum yang sistematis atau melalui mapping matakuliah tiap semesternya kita dapat mengkasifikasikan mana matakuliah yang terintegrasi dengan institusi dan mana matakuliah terintegrasi dengan beberapa prodi yang ada dalam fakultas.

Dalam kegiatan ini ada 6 Program Studi pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar yang akan ditinjau diantaranya Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Psikologi Islam, Ilmu Pepustakaan dan Informasi Islam, Pengembangan Masyarakat Islam dan Pemikiran Politik Islam. Setiap tim utusan keenam program studi bertugas mentelaah kembali kurikulum yang dikomentari oleh masing-masing reviewer, menyatukan konsep, dan menyusun matakuliah kembali sesuai dengan bobot dan learning outcomes. Hasil revisi kurikulum kemudian di plenokan dan akan diberlakukan untuk 5 tahun kedepan.

Seluruh Keluarga Besar Civitas Akademika IAIN Batusangkar tentunya berharap dengan adanya Kegiatan-Kegiatan Workshop yang sering diikuti,dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di IAIN Batusangkar,sehingga IAIN Batusangkar benar-benar menjadi Kampus yang diidam-idamkan oleh masyarakat.SEMOGA…(ZZ)