Eka Putra : Tempat Ibadah di Tanah Datra Harus Buka 24 Jam

FB IMG 1661946829874

Tanah Datar (SUMBAR), HN- Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM menegaskan bahwa semua tempat ibadah baik Masjid, Mushala maupun Surau yang ada di Tanah Datar harus buka 24 jam.

Hal itu disampaikannya pada saat menghadiri Tabligh Akbar bersama Ustadz Syamsuardi atau yang biasa disapa sebagai ustadz Bombom dari Kampar Riau, dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1444 H, di Masjid Baiturahim, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Selasa malam (30/8).

Acara turut dihadiri Xamat Sungai Tarab Arianto, S.STP beserta Forkopimca, Walinagari Koto Tuo dan ratusan jamaah.

Eka Putra juga sampaikan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan Program Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yakni Satu Rumah Satu Hafizh atau Hafizah, dimana beberapa waktu lalu telah ditetapkan Nagari Rambatan sebagai Kampung Hafizh.

”Untuk itu Masjid, Surau dan Mushalla yang ada harus buka 24 jam diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan,” imbau Eka Putra.

Di kesempatan tersebut Bupati Eka Putra juga sampaikan selain Program Unggulan Satu Rumah Satu Hahfiz juga sampaikan Progul untuk memerangi rentenir, dimana Nagari Koto Tuo merupakan Nagari Produksi Kopi. “Mari manfaatkanlah progul yang dinamakan Makan Randang untuk modal usaha produksi kopi karena pinjaman tanpa agunan dan maksimal sampai 10 juta,” harap Bupati.

Diakhir arahan Bupati juga ingatkan kepada orang tua dan anak-anak untuk pintar memanfaatkan kemajuan teknologi, jangan sampai terpengaruh dengan hal-hal negatif. “Berbagai situs dan game di android sangat berpengaruh terhadap kehidupan, bahkan game online saat ini sangat berdampak negatif kepada generasi muda, bahkan sudah ada yang diamankan oleh pihak berwajib,” pesan Bupati.

sebelumnya Wali Nagari Koto Tuo Yusri sampaikan kegitan tabligh akbar terlaksana berkat semangat dari masyarakat untuk kesadaran peningkatan iman dengan menghadirkan ustadz Syamsuardi atau ustad Bom Bom dan terima kasih atas kehadiran bapak Bupati Eka Putra dan juga memberi bantuan sebesar Rp 20 juta untuk pembanguan masjid.

lebih lanjut Yusri sampaikan nagari Koto Tuo masyarakatnya 80 persen sebagai pengusaha kopi bahkan sudah sampai ke luar negeri, Alhamdulillah dengan adanya progul makan randang masyarkat koto tuo sangat terbantu.

Sementara itu ustadz Syamsuar di atau ustad Bom Bom juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang sudah memiliki program unggulan satu rumah satu hafizh dan perang terhadap rentenir (ribah).

Dalam ceramahnya ustad bombom sampaikan beberapa hal yang membuat umat sengsara diakhirat diantaranya terlena dengan dunia, gila dengan angan –angan seperti judi dan hilangnya rasa malu. (DT/pkpm)