Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19, Eraflah Barny Berinovasi Ciptakan Panah

Sawahlunto, hulunews.net,-Semenjak mewabahnya Pandemi Covid-19, telah banyak mempengaruhi tatanan sosial ekonomi masyarakat, bahkan membuat roda perekonomian dan berbagai sektor kehidupan lainnya nyaris lumpuh.Namun kita tidak boleh berputus asa dan harus selalu berusaha untuk tidak terpuruk dalam situasi Pandemi ini. Lakukanlan apa yang bisa dilakukan, dan tentunya sesuai dengan kemampuan dan ilmu yang kita miliki.

Seperti halnya  yang selalu disarankan dan ditanamkan oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta, SH. Beliau selalu semangat mengajak warganya untuk berinovasi, berbuat dan berusaha  untuk menciptakan dan melakukan hal-hal positif yang bermanfaat untuk kemajuan kehidupan masyarakat.Terlebih di tengah situasi Pandemi seperti sekarang ini.  Seperti yang telah dilakukan Walikota Deri Asta beberapa waktu  yang melakukan gerakan memanfaatkan pekarangan rumah dan gerakan menanam padi.

Berangkat dari rasa keprihatinan di tengah kondisi mewabahnya Pandemi Corona Virus Diesase 2019 (Covid -19) yang tengah berlangsung saat ini, mendorong Eraflah Barny yang merupakan tokoh pemuda sekaligus Ketua Yayasan Akademi Quran Al Hidayah  Sawahlunto (AQAS), berinovasi dan berkreasi  menciptakan  peralatan olahraga panahan. Ia melakukan kegiatan ini di bawah naungan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)  bernama Sawahlunto Archery.

Di samping hal tersebut sesuai dengan sunnah Nabi, dimana olahraga yang dianjurkan dalam Islam salah satunya adalah memanah, hal tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh akibat libur panjang para peserta didik.

“Olah raga tersebut tidak memerlukan biaya besar dan lokasi yang luas sehingga dapat di lakukan di rumah masing-masing,” tutur Eraflah Barny, pria yang akrab dipanggil Adek ini .

Dalam perkembangannya peralatan memanah hasil produksi Adek yang diberi label “Sawahlunto Archery” ini tidak hanya diminati para siswa/pelajar namun juga mendapat respon dan dukungan luas dari masyarakat dan para pecinta olahraga panahan maupun dari warga yang ingin belajar olahraga tersebut.

Saat disambangi dikediaman beliau, Sabtu (13/6), di rumah yang juga dimanfaatkan sebagai bengkel (workshop), terlihat salah satu peminat hasil produksi UMKM tersebut, yaitu dr. Al Ansari yang merupakan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota  Sawahlunto.

Pada kesempatan siang itu, dr. Al Ansari menyampaikan tanggapan dan respon positif dari hasil produksi Sawahlunto Archery tersebut.

“Di samping harganya terjangkau, berkisar antara 100 – 150rb /set, kwalitasnya juga bagus. Tidak kalah dari produksi  luar daerah yang banyak di jual di pasaran”, tutur dokter Al.

Untuk memenuhi target pemesanan dan juga mengingat ketersediaan anak panah yang saat ini masih didapat dari membeli di toko daerah tetangga,”Untuk ke depanya UMKM ini sudah mempersiapkan dan merekrut tiga orang tenaga kerja lokal yang akan di latih dalam pembuatan busur dan anak panah,” papar Eraflah.

Wakil Ketua Cabang Perpani Koni Sawahlunto, Bembi Fernanda, sangat menyambut baik keberadaan UMKM yang memproduksi alat olahraga panahan ini di mana saat ini untuk sektor cabang panahan para atlit kesulitan untuk memiliki peralatan sendiri karena harganya di pasaran relative mahal.

“Semoga dengan keberadaan pengrajin lokal ini dapat menjadi solusi dan lebih meningkatkan minat warga maupun calon atlet untuk mempelajari cabang olahraga panahan di Kota Sawahlunto,” pungkas Bembi.(D.A)