
Teknologi hulunews.net – Suara dan notifikasi khusus aplikasi BBM, PING!!! sebentar lagi akan mengilang dan tak mungkin bisa dilihat lagi oleh pengguna layanan pesan instant yang mulai ngetop diawal tahun 2000an tersebut.
Pasalnya, kabar terbaru menyebut jika layanan BBM (Blackberry Mesengger) tersebut akan mulai berhenti beroperasi pada 31 mei 2019 mendatang.
Melalui laman blog resmi mereka, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) selaku perusahaan yang kini memegang brand BBM mengatakan jika keputusan untuk mengakhiri layanan aplikasi instant mesengger ini sudah final.
Menurut perusahaan, alasan utama mengapa pihak perusahaan menutup plaform BBM dikarenakan sulitnya layanan mereka untuk bersaing mendapat pengguna baru, serta banyaknya para pengguna mereka yang beralih ke layanan perpesanan instan lainnya.
Baca Juga Berita Menarik Lainya:
- Waspada Juice Jacking: Charger Gratis di Tempat Umum Bisa Bobol Semua Data Pribadi Anda
- Siap Jadi Ethical Hacker? Bug Bounty 2026 Resmi Dibuka Khusus Pelajar dan Mahasiswa!
- Tips Aman Bermedia Sosial di Tahun 2025: Waspada di Era Digital yang Semakin Kompleks
- Waspada Catphising: Modus Baru Penipuan Online yang Memanipulasi Emosi dan Identitas
- TikTok Affiliate: Strategi Baru Monetisasi yang Semakin Diminati Kreator Konten
- TIPS & TRIK WINDOWS 11: Kenalan Sama pagefile.sys, Si “Penolong Diam-diam” yang Bikin Laptop Kamu Nggak Lemot!
- Waspada Serangan Siber di Hari Raya Idulfitri 2025, Jangan Sampai Jadi Korban!
- Sudah Login di E-Learning UT? Jangan Abaikan! Begini Cara Ganti Password agar Akun Tetap Aman
“Tak dapat dipungkiri, industri teknologi begitu dinamis. Walau kami telah mengerahkan berbagai upaya, banyak pengguna memilih beranjak ke platform lain, sementara pengguna baru sulit untuk didapat.” demikian tulis mereka dalam keterangannya yang dikutip dari blog resmi mereka.
Meskipun dalam perjalanan mereka, pihak BBM banyak mengeluarkan inovasi dan fitur anyar agar lebih menarik, nyatanya mereka tetap saja kalah dan tak mamu bersaing dengan platfrom sejenis, sebut saja WhatsApp, Line, atau Facebook Messenger.
Awalnya, setelah diakuisisi oleh EMTEK pihak perusahaan punya ambisi untuk menghadirkan sebuah layanan lintas-platform yang memungkinkan para penggunanya tak hanya sekedar untuk berkirim pesan dan berbagi cerita saja, namun juga menikmati berbagai konten yang disajikan dan bahkan bisa digunakan untuk membayar aneka tagihan
Kendati demikian, meski sudah secara pasti akan di tutup pada 31 Mei 2019 mendatang pihak BBM masih berencana untuk tetap menghadirkan layanan sejenis namun dalam kemasan yang lebh canggih.
Melansir dari laman Business Insider, BlackBerry akan mengganti layanan BBM mereka dengan aplikasi sejenis yang mereka sebud dengan BlackBerry Enterprise (BBMe) untuk para pengguna setia BBM.
BBMe sendiri menurut mereka adalah sebuah platform dalam pengiriman pesan yang terenkrispsi end to end muktahir untuk keperluan percakapan pribadi para pelanggan setia mereka.
Info Menarik Lainya:
- Jangan Kelewatan: BMW E36 Coupe Akan Dilelang Bea Cukai Tanjung Priok, Segini Harganya
- Puluhan Kasus Judi dan Narkoba serta Ratusan Pedagang Miras Ilegal Berhasil Diungkap
- BMWCCI BUKITTINGGI CHAPTER Promosikan Kesenian & Pariwisata Sumbar Pada Anniversary ke-2
- Honda Meluncurkan Adv 150 Kokoh dan Gahar
- Pemudik Motor Diminta tak Lewati Jalur Lohbener-Krangkeng
Mark Wilson, Chief Marketing Officer BlackBerry dalam keterangan resminya mengtakan “Meskipun kami menghormati keputusan EMTEK, kami sangat menyayangkan karena platform tidak berjalan dan berkembang seperti yang kami harapkan,”
“Setelah melalui banyak pertimbangan, kami memutuskan bahwa pengguna setia BBM harus tetap memiliki platform pengiriman pesanan yang aman dan terpercaya,” jelasnya seperti dikutip dari Business Insider.
Oleh karena itu, untuk pengguna BBM disarankan untuk segera berganti platform dari BBM lawas ke layanan terbaru BBMe. Pengguna smartphone Android sudah mulai dapat mengunduh BBMe dari Google Play Store, sedangkan untuk perangkat iOS akan menyusul kemudian.
Sedianya BBMe akan tersedia secara gratis untuk satu tahun pertama penggunaan. Namun, setelah itu pengguna akan dikenakan biaya berlangganan selama 6 bulan dengan biaya sebesar USD 2,49.
(azzahra)
Sumber: recode.id