Membentuk Generasi Qur’ani

Membentuk Generasi Qur’ani

Oleh: MULYENI, S.Ag.

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMPN 3 Kota Sawahlunto

Siswa dan siswi di sekolah adalah calon generasi penerus masa depan bangsa. Di tangan merekalah nasib bangsa ini sekitar 20 atau 25 tahun ke depan. Untuk itu perlu persiapan fisik dan mental mereka agar dapat menjadi calon pemimpin yang kuat, cerdas, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Untuk kecerdasan ilmunya tentu diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan exacta dan non axacta. Sedangkan untuk persiapan rohaninya diperlukan mereka yang betul-betul beriman. Salah satunya dengan membentuknya menjadi generasi yang qur’ani, yaitu generasi yang betul-betul mencintai Alqur’an sebagai Kitab Sucinya serta memahami kandungan isi Alqur’an dalam kehidupannya.

Kita tahu Alqur’an adalah Kitab Suci umat Islam. Begitu banyak kandungan, keutamaan dan manfaat dari Alqur’an. Untuk itu sebagai guru PAI perlu sekali penanaman kepada siswa sejak dini tentang pentingnya mereka bisa membaca Alqur’an.

Cara pertama adalah dengan menjelaskan kepada siswa bahwa Alqur’an memiliki berbagai fungi yang sangat berguna dalam kehidupan ini, diantaranya sebagai petunjuk. Alqur’an merupakan petunjuk bagi umat islam, baik itu petunjuk secara umum, petunjuk bagi orang beriman dan juga petunjuk bagi orang yang bertaqwa. Siapa yang rajin membaca Alqur’an akan mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah SWT.

Selain itu alqur’an juga berfungsi sebagai nasehat dan ajaran bagi kita semua. Begitu banyak intisari yang bisa kita ambil dalam alqur’an yang berasal dari berbagai kisah nabi, rasul dan para sahabatnya. Juga tentang adab dalam kehidupan sehari-hari, bergaul dengan orang tua dan orang lain. Semuanya tergambar jelas dalam Alqur’an.

Alqur’an juga bisa dijadikan sebagai batas antara suatu perbuatan yang dilarang oleh Allah dengan perbuatan yang boleh kita lakukan. Dengan kata lain Alqur’an bisa sebagai batas antara yang hak dan yang bathil. Nampak dalam terjemahan Alqur’an apa saja perbuatan yang pantas kita lakukan dan apa saja yang harus kita hindari. Semuanya dijelaskan lengkap beserta ganjaran yang akan diperoleh.

Alqur’an juga dapat kita jadikan sebagai obat apabila hati sedang dilanda kesedihan dan berbagai masalah. Apabila seseorang rajin membaca alqur’an setiap hari insyaallah hatinya akan terasa tenang.

Untuk itu penting sekali bagi guru selalu memotivasi siswanya agar mau membaca dan mendalami Alqur’an. Karena sebagai muslim kita punya kewajiban terhadap Alqur’an untuk membaca, mengartikan, memahami serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena kalau hanya membacanya saja, kita tidak akan tahu apa artinya. Kalau hanya membaca artinya tetapi tidak paham isinya, hal itu sama saja dengan bohong. Yang lebih parahnya lagi kalau sudah membaca dan memahami tetapi tidak mau mengamalkan dalam kehidupan juga tidak akan berarti apa-apa. Seharusnya Alqur’an yang sudah dibaca dan dipahami hendaknya juga bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sekolah guru bisa membiasakan siswa-siswinya untuk selalu mau bertadarus setiap hari dengan baik. Dalam tadarus sebaiknya dibiasakan sikap disiplin, yaitu mau mendengarkan bacaan teman dengan konsentrasi, mengoreksi makhraj dan juga tajdwidnya. Apabila mereka sudah terbiasa membaca Alquran serta memahami tajwid dan makhrajnya dengan benar, akan lama ingatan dalam memorinya bahkan sampai tua nanti mereka akan mampu membaca Alqur’an dengan baik dan benar.

Yang terakhir guru dapat memberikan semangat agar siswa terbiasa membaca Alqur’an di rumahnya dengan magrib mengaji. Atau bisa juga dengan membuatkan buku isian tentang bacaan Alqur’an di rumahnya lengkap dengan nama surat, ayat, arti dan kandungannya. Dengan demikian siswa akan mempunyai kebiasaan menjadikan Alqur’an sebagai pedoman dalam kehidupannya.

Editing by : 0822 8437 9717

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *