
Tanah Datar (SUMBAR), HN- Wali Nagari Buo, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar Yulkusmayanto di hadapan Tim Safari Ramadhan (TSR) Kabupaten Tanah Datar (Tim XIV) yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Alfian Jamrah menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat Nagari Buo, dengan harapan mendapatkan respon positif dan kedepannya dapat segera ditindaklanjuti.
” Alhamdulillah malam ini kita dikunjungi Tim Safari Ramadhan dari Kabupaten Tanah Datar. Atas nama Pemerintah Nagari dan seluruh masyarakat Nagari Buo kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bapak bersama rombongan dan selamat datang di Nagari Buo” ujar Yulkusmayanto.
Yulkusmayanto juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah merealisasikan pembangunan saluran irigasi (Banda) Siambek.
Selanjutnya Yulkusmayanto menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi, serta usulan pembangunan yang menjadi kebutuhan warga Nagari Buo.
” Pada kesempatan ini kami sedikit curhat Pak, yang pertama tentang Pembangunan Istana Rajo Adat Bio, yang sudah lama diinginkan oleh masyarakat Buo. Untuk pembangunan Istana Rajo Adat ini harus ada pemindahan sebuah SD, dulu pada masa Pak Shadiq sudah dilakukan pemindahan SD tersebut, namun sampai saat ini pembangunan Istana Rajo Adat Buo ini belum terlaksana juga” jelas Yulkusmayanto.
Yulkusmayanto katakan bahwa dengan dibangunnya Istana Rajo Adat Buo bisa menjadi icon untuk Nagari Buo yang bisa dijadikan nilai jual sehingga dapat meningkatkan potensi pariwisata dan perekonomian bagi masyarakat Nagari Buo.
” Istana Rajo Adat ini nantinya bisa menjadi icon yang memiliki nilai jual bagi Nagari Buo, juga kita bisa mengangkatnya dalam Satu Nagari Satu Event. Dengan membangun Istana Rajo Adat Buo ini berarti kita membangkitkan dan melestarikan sejarah” lanjut Yulkusmayanto.
Selain itu, Yulkusmayanto juga menyampaikan beberapa usulan diantaranya pembangunan ruas jalan tani, saluran irigasi, pengadaan Alat Permainan Edukasi (APE) untuk TK Pertiwi Buo, pembangunan Kantor KAN yang masih terbengkalai juga perluasan Kantor Wali Nagari Buo.
Selain itu Yulkusmayanto juga menyampaikan kendala-kendala di lapangan yang dihadapi Pemerintah Nagari Buo, diantaranya masalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data Penerima Bantuan BNT dan BPNT.
“DTKS ini yang sering menjadi kendala bagi kami Pemerintah Nagari, masih banyak DTKS yang semrawut dan tumpang tindih. Kami berharap kedepannya untuk DTKS ini agar bisa diakses satu pintu saja yaitu melalui Pemerintah Nagari sehingga Pemerintah Nagari tidak menjadi sasaran dan kambing hitam jika ada permasalah tentang DTKS ini” harap Yulkusmayanto.
Terkahir Yulkusmayanto berharap kepada TSR Kabupaten yang hadir sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah agar dapat menyampaikan curhatan Nagari Buo ini kepada Pemerintah Daerah, sehingga kedepannya aspirasi masyarakat Nagari Buo dapat terealisasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim XVI Alfian Jamrah mengatakan akan menyampaikannya kepada Bapak Bupati dan berkoordinasi dengan Dinas terkait. (MR)