7 Langkah Nyata Nurfirmanwansyah yang Menginspirasi UMKM Salayo Naik Kelas

82 / 100 SEO Score
nurfirmanwansyah-7-langkah-umkm-salayo-naik-kelas
7 Langkah Nyata Nurfirmanwansyah yang Menginspirasi UMKM Salayo Naik Kelas

Solok, Sumatera Barat  Pagi di Jorong Parak Gadang, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Minggu (3/5/2026), terasa berbeda dari biasanya. Embun tipis masih menggantung di pucuk daun, namun aktivitas warga sudah lebih dulu menggeliat. Dari dapur-dapur sederhana, aroma kerupuk jangek yang digoreng perlahan memenuhi udara, menjadi simbol bahwa denyut ekonomi rakyat terus hidup.

Di tengah suasana itu, kehadiran Nurfirmanwansyah menjadi sorotan. Bukan karena protokoler atau seremoni, melainkan karena pendekatan yang ia lakukan terasa lebih dekat, nyata, dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Pendekatan Berbeda: Turun Langsung ke Lapangan

Tidak seperti kunjungan pejabat pada umumnya, Nurfirmanwansyah memilih untuk tidak berdiri di podium. Ia berjalan menyusuri lorong produksi, menyapa pelaku UMKM, dan berbincang langsung dengan mereka.

Pendekatan ini menjadi kekuatan utama. Ia tidak hanya melihat produk jadi, tetapi juga memahami proses di baliknya mulai dari pengolahan bahan hingga tantangan pemasaran.

Beberapa hari sebelumnya, pada 29–30 April 2026, ia juga menginisiasi pelatihan “UMKM Naik Kelas Berbasis AI” di Alahan Panjang Resort. Program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha menghadapi era digital.

Namun, menurutnya, pelatihan saja tidak cukup.

“Perubahan tidak pernah selesai di ruang seminar,” ujarnya.

7 Langkah Nyata yang Dilakukan

Dalam kunjungan ini, ada tujuh langkah nyata yang dilakukan Nurfirmanwansyah untuk mendorong UMKM naik kelas:

1. Turun langsung ke lokasi usaha
Ia melihat sendiri kondisi nyata pelaku UMKM tanpa perantara.

2. Mendengar kebutuhan pelaku usaha
Bukan asumsi, tetapi berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

3. Memberikan bantuan tepat guna
Seperti etalase, freezer, kulkas, dan perlengkapan packaging.

4. Mendorong peningkatan kualitas produk
Tampilan dan kualitas menjadi fokus utama.

5. Menghubungkan dengan teknologi
Melalui pelatihan berbasis AI.

6. Menguatkan semangat pelaku UMKM
Kehadiran langsung memberi dampak psikologis besar.

7. Mendorong keberlanjutan program
Tidak berhenti pada bantuan, tetapi berorientasi jangka panjang.

Langkah-langkah ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar bagi pelaku usaha kecil.

Bantuan Sederhana, Dampak Besar

Bantuan yang diberikan meliputi etalase untuk display produk, freezer untuk menjaga kualitas bahan baku, kulkas penyimpanan, serta softcase untuk kemasan produk.

Dalam skala UMKM, bantuan seperti ini bisa menjadi titik balik. Satu alat tambahan dapat meningkatkan kapasitas produksi. Satu perbaikan tampilan bisa menaikkan nilai jual.

Baca Juda
Waspada Juice Jacking: Charger Gratis di Tempat Umum Bisa Bobol Semua Data Pribadi Anda

Tips Aman Bermedia Sosial di Tahun 2025: Waspada di Era Digital yang Semakin Kompleks

Waspada Catphising: Modus Baru Penipuan Online yang Memanipulasi Emosi dan Identitas

Lebih dari itu, perhatian yang diberikan mampu menumbuhkan kembali harapan.

UMKM dan Tantangan Era Digital

Di tengah perkembangan zaman, UMKM dihadapkan pada tantangan besar. Mereka tidak hanya dituntut untuk memproduksi, tetapi juga harus mampu memasarkan dan membangun kepercayaan konsumen.

Program Creative Hub Sumatera Barat yang diusung oleh Mahyeldi dan Vasco Ruseimy menjadi salah satu solusi strategis.

Program ini mengarah pada pengembangan ekonomi berbasis kreativitas dan teknologi.

Nurfirmanwansyah menilai bahwa perubahan ini harus segera diadaptasi oleh pelaku UMKM.

“Sekarang bukan hanya soal produksi, tapi bagaimana menjual, membangun kepercayaan, dan memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

AI: Dari Ancaman Menjadi Peluang

Kecerdasan buatan atau AI kini mulai menjadi bagian dari dunia usaha. Jika dimanfaatkan dengan baik, teknologi ini dapat membantu UMKM dalam pemasaran digital, branding, hingga analisis pasar.

Bagi pelaku usaha yang mau belajar, AI bukan ancaman, melainkan peluang besar untuk berkembang lebih cepat.

Harapan dari Pelaku UMKM

Esi, salah satu pelaku UMKM yang menerima bantuan, mengungkapkan rasa harunya.

“Kehadiran ini seperti sitawa sidingin bagi kami,” ujarnya.

Dalam budaya Minangkabau, ungkapan tersebut berarti penyejuk hati dan penguat semangat. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga emosional.

Pentingnya Keberlanjutan

Meski langkah ini patut diapresiasi, tantangan terbesar adalah keberlanjutan program.

Apakah pendampingan akan terus dilakukan?
Apakah UMKM benar-benar akan naik kelas?

Pertanyaan ini menjadi penting agar program tidak berhenti di tengah jalan.

Menuju Indonesia Emas 2045

Apa yang dilakukan di Nagari Salayo mungkin terlihat kecil. Namun jika dilakukan secara konsisten, ini bisa menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Pembangunan tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di desa dan nagari.

Dari dapur sederhana, dari usaha kecil, dan dari masyarakat yang terus berjuang.

Langkah yang dilakukan Nurfirmanwansyah menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus besar untuk berdampak. Yang terpenting adalah tepat sasaran dan berkelanjutan.

Di tengah dinamika ekonomi dan politik, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar janji. Mereka membutuhkan kehadiran nyata.

Karena pada akhirnya, ekonomi bukan hanya tentang angka. Tetapi tentang manusia, harapan, dan masa depan.