
Tanah Datar hulunews.net,-Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Polres Tanah Datar menggelar tabligh akbar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H dengan penceramah Ustadz H. Muhammad Yasin di Masjid Nurul Amin Pagaruyung, Kamis 04 April 2019 kemaren.
Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dalam sambutannya menyebutkan peringatan tahun ini terasa istimewa karena dihadiri forkompinda, instansi vertikal, Sekda beserta jajaran serta Ketua MUI Tanah Datar dan harapannya tradisi perlu dilanjutkan di masa yang akan datang.
“Kali ini penyelenggaranya adalah Polres Tanah Datar dan kita secara bersama-sama antara pemerintah daerah, Forkompinda dan institusi lain hadir, tradisi ini perlu dilanjutkan di masa yang akan datang,” sampainya.
Lebih lanjut bupati katakan bisa saja peringatan hari besar Islam berikutnya digilir sebagai pelaksananya, tidak harus selalu di Masjid Nurul Amin Pagaruyung.
Baca Juga Berita Menarik Lainya…
- Penerangan di Sekitaran Objek Wisata Jam Gadang Minim, Pelaku Usaha dan Masyarakat Mengaku Kecewa
- Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana Kunjungi Jam Gadang Bukittinggi
- Sultaf Restaurant YogyakartaRestoran Masakan Pakistan & Yaman Terbaik di Sleman
- Tragedi di Balik Aroma Kopi: Jeritan Hati “Starling” Kuningan dalam Cengkeraman Pungli dan Kekerasan
- Wujudkan ZERO HALINAR: Tidak Ada Ruang untuk Narkoba di Lapas Bukittinggi
“Ini menunjukkan kebersamaan pemerintah daerah dengan forkompinda dan lembaga lain dalam menyemarakkan peringatan Hari Besar Islam selain kebersamaan dalam kegiatan kemasyarakatan di Tanah Datar,” ungkapnya lagi.
Terkait peringatan Isra’ Mi’raj, bupati berharap ini tidak hanya sebatas seremonial belaka apalagi ini tidak ada di zaman Rasululullah SAW dan sahabat Rasul.
“Peringatan hari besar Islam baru ada setelah nabi wafat puluhan tahun, salah satu alasan dilakukan untuk memperbaharui dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” sampainya.
Dikatakan, apalagi peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa yang terjadi di luar akal manusia, tidak mungkin perjalanan ribuan kilo meter hingga ke shidratul muntaha di atas langit yang ke tujuh hanya dilaksanakan dalam satu malam.
Pesan terpenting lainnya, sampai bupati, Nabi Muhammad SAW membawa perintah shalat untuk umat Islam.
“Untuk itu agar kita selamat dunia dan akhirat, marilah kita dirikan shalat dengan sebaik-baiknya, dengan shalat yang benar akan melindungi kita dari berbuat yang keji dan mungkar,” pungkasnya. (ZZ/hms)