Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Tanah Datar 2022-2025, Ini Pesan Bupati Eka Putra

FB IMG 1657865097271
Sambutan Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE, MM

Tanah Datar (SUMBAR), HN- Sebagai Insan Pers sudah selayaknya senantiasa menjunjung tinggi objektifitas dan profesionalisme, serta menghindari berita bohong alias hoaks.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, saya mengucapkan selamat menunaikan amanah organisasi, semoga apa yang telah menjadi Program Kerja bisa direalisasikan dengan baik. Kemitraan yang telah terjalin dengan mantap selama ini dengan Pemerintah Daerah, kita tingkatkan lagi di masa mendatang,” ujar Bupati Tanah Datar, Eka Putra, dalam sambutannya pada acara Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Tanah Datar periode 2022-2025, Kamis (14/7), di Gazebo Komplek Gedung Indojolito Batusangkar.

Pelantikan Pengurus PWI kali ini dilaksanakan serentak dengan Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kabupaten Tanah Datar periode yang sama dengan Pengurus PWI.

Eka Putra juga berhara dengan kepengurusan baru yang dilantik saat ini, PWI di Luak Nan Tuo dapat semakin baik ke depannya, khususnya dalam menjalankan program kerja mengayomi anggota, membangun sinergi dengan semua pihak, dan pemerintah daerah siap mendukung. Pemerintah daerah sangat menyadari, tegasnya, pers merupakan mitra penting dalam kapasitasnya sebagai penyambung lidah rakyat dan menunaikan tugas-tugas kontrol sosial.

“Semoga PWI menjadi pelopor dalam membangun pers santun, berwibawa, dan berkomitmen dalam usaha-usaha peningkatan kesejahteraan rakyat. PWI diharap menjadi inisiator dan berkolaborasi dengan organisasi wartawan lainnya, sehingga terbangun kebersamaan dalam mewujudkan pers jujur dan bermartabat untuk kemajuan Tanah Datar,” sebut Eka.

IMG 20220714 WA0010

Sementara Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat H. Heranof Firdaus dalam amanat pelantikannya menegaskan, pengurus yang dilantik harus mampu menjaga amanah dengan baik, sehingga tidak ada perpecahan lagi di kalangan internal, serta memperkuat jalinan kerjasama dengan insan pers lainnya. Organisasi boleh berbeda, tegasnya, tetapi profesi tetap sama, yakni wartawan.

Heranof juga menekankan kepada segenap anggota PWI agar memahami dan mengamalkan kode prilaku wartawan dan kode etik jurnalistik, sebagai bagian dari kelengkapan profesionalisme anggota PWI serta anggota PWI diwajibkan mengikuti UKW sebagai standar kompeten dalam bertugas sebagai wartawan.

Ketua PWI Tanah Datar yang baru dilantik; Yuldaveri, dalam pidato perdananya menyatakan, tugas berat sudah menanti yang memerlukan kebersamaan dan kerjasama semua pihak, diantaranya mencetak Wartawan profesional melalui berbagai pelatihan, memperbanyak kegiatan, meningkatkan profesionalisme anggota melalui Karya Latihan Wartawan (KLW), kursus-kursus, UKW, dan pelatihan jurnalistik lainnya.

“Proses pemilihan pengurus melalui Konferensi Kabupaten (Konferkab) hingga pelantikan saat ini, Tanah Datar menjadi yang terdepan. Prosesnya belangsung cepat dan tepat waktu. Semoga ini menjadi petanda baik untuk kemajuan PWI Tanah Datar di masa yang akan datang,” tambahnya.

FB IMG 1657864645586
Yuldaveri, Ketua PWI Tanah Satra Periode 2022-2025

Hal lain, sebutnya, memastikan kode etik jurnalistik dan kode prilaku wartawan bisa terlaksana dengan baik, menegakkan marwah organisasi, dan menjalin kerjasama dengan instansi terkait, terutama pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD dan institusi lainnya yang ada di Tanah Datar.

Pekerjaan rumah yang paling mendesak, sebutnya, mempersiapkan atlet untuk mengikuti Porwanas pada November nanti di Malang, Jawa Timur. Empat atlet PWI Tanah Datar lolos seleksi untuk porwanas itu mewakili Sumbar, yaitu Muhammad Syukur, Yuldaveri, Feri Maulana dan Chandra Antoni.

Terkait dengan pengurus PWI Kabupaten Tanah Datar Periode 2022-2025 yang dilantik, Sekretaris PWI Provinsi Sumbar Widya Navies menyebut, komposisi pesonalia pengurus ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 061/PWI-SB/07-2022 tanggal 14 Juli 2022, terdiri dari Ketua Yuldaveri, Sekretaris Musriadi Musanif, dan Bendahara Destia Sastra dan sebagai Dewan Penasihat adalah St. Syahril Amga, H. Bakhtiar Danau, dan Zulkarnaini.(DT/Red)