Waspada! Gunakan Charger Umum di Tempat Publik Bisa Sebabkan Pencurian Data

Hulunews.net-Mengisi daya baterai ponsel di tempat umum seperti bandara, kafe, stasiun, atau pusat perbelanjaan kini menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, pakar keamanan siber mengingatkan bahwa kebiasaan ini dapat membuka celah besar bagi pencurian data melalui teknik yang dikenal sebagai “juice jacking.”

Apa Itu Juice Jacking?

Juice jacking adalah metode serangan siber di mana peretas memanfaatkan port USB publik — seperti colokan charger umum — untuk mencuri data atau menginstal malware ke dalam perangkat korban.

Saat Anda menghubungkan ponsel ke charger USB yang tidak aman, bukan hanya listrik yang mengalir. Jalur USB juga dapat digunakan untuk mentransfer data, dan di sinilah bahaya mengintai.

“Kabel charger bisa menjadi ‘tali pencuri’ yang tak terlihat. Dalam hitungan detik, data pribadi Anda bisa diambil atau bahkan disusupi aplikasi jahat tanpa Anda sadari,” jelas Rizal Hartono, pakar keamanan siber dari Lembaga Digital Trust Indonesia.

Ancaman yang Bisa Terjadi:

  • Pencurian data pribadi, seperti kontak, foto, file, dan informasi login.
  • Pemasangan malware, spyware, atau keylogger secara diam-diam.
  • Pengambilalihan akun penting, termasuk email dan media sosial.
  • Pengurasan akun keuangan jika malware berhasil mengakses aplikasi dompet digital atau mobile banking.

Lokasi Rawan Juice Jacking:

  • Bandara dan ruang tunggu
  • Kafe dan restoran cepat saji
  • Mal dan pusat perbelanjaan
  • Stasiun kereta dan terminal
  • Event publik atau festival dengan charging station

Tips Aman Mengisi Daya di Tempat Umum:

  1. Gunakan adaptor colokan listrik, bukan port USB umum.
  2. Bawa dan gunakan power bank pribadi.
  3. Gunakan kabel khusus “charge only” yang tidak mentransfer data.
  4. Aktifkan fitur “USB restricted mode” (tersedia di banyak perangkat modern).
  5. Jangan izinkan akses data saat ada notifikasi “Trust This Device?” muncul di layar Anda.

Pemerintah dan Penyedia Fasilitas Diimbau Waspada

Pemerintah dan pengelola fasilitas umum diimbau memastikan keamanan fasilitas charging publik dengan menggunakan port listrik standar, bukan port USB terbuka. Pengawasan terhadap kemungkinan penyusupan alat berbahaya juga perlu ditingkatkan.

“Kesadaran publik soal keamanan digital masih rendah. Edukasi harus ditingkatkan agar masyarakat tidak lengah hanya karena kehabisan baterai,” ujar Kominfo dalam pernyataan pers terbaru.

Kesimpulan

Mengisi baterai di tempat umum memang praktis, tapi risiko keamanannya tidak bisa diabaikan. Saat ini, kejahatan digital tidak hanya menyasar lewat internet, tapi juga lewat colokan listrik.

Lebih baik baterai habis sementara daripada data Anda yang hilang selamanya.


Penulis: Yendi Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *