
Tanah Datar,hulunews.net,-Khatam Al qur’an bukanlah akhir mempelajari Al qur’an, namun adalah sebagai langkah awal untuk mempelajari ke tingkat yang lebih tinggi dan merupakan salah satu wujud untuk membentengi generasi penerus dari pengaruh-pengaruh negatif globalisasi dan kemajuan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma saat menghadiri acara khatam Alqur’an di masjid Nurul Islam, Sabtu (01/02) di jorong Bukik Tamasu nagari Balimbing, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar.
Dalam sambutannya Wabup Zuldafri juga sampaikan selamat kepada santriwan dan santriwati yang melaksanakan khatam Al Qur’an pada hari ini. “selamat kepada santriwan dan santriwati dan apresiasi kepada ibu/bapak pengajar di TPA yang telah mendidik anak-anak kita semoga menjadi amal ibadah di sisi-Nya” ujarnya.
Wabup tambahkan, dengan belajar Alquran sudah membentuk karakter dan menanamkan nilai luhur adab, akhlak dan budi pekerti anak-anak sebagai generasi penerus. Untuk itu perhatian orang tua murid juga sangat penting untuk meningkatkan kemauan anaknya dalam mempelajari Al Qur’an.
Baca juga informasi lainnya
- BIMASWAT BERPERAN PENTING DALAM MENDAMPINGI WARGA BINAAN
- Pastikan Layanan Terbaik di Hari Raya Idul Fitri, Kalapas Bukittinggi Tinjau Langsung Layanan Kunjungan
- MOMEN IDUL FITRI 1447 H , RATUSAN WARGA BINAAN LAPAS BUKITTINGGI TERIMA REMISI KHUSUS
- Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Kalapas Bukittinggi Beserta Jajaran
- Nanang Rukmana ; Lebaran adalah Titik Nol, Tempat Kita Menekan Tombol Reset
Hal tersebut sejalan dengan program Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar yang menjunjung tinggi filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.Sebagai bukti Pemda Tanah Datar telah menggalakkan Kabupaten Tahfiz untuk 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Datar.Dan sebagai apresiasi Pemkab memberikan kesempatan Study Bnding ke Manca Negara untuk 3 orang Tahfiz terbaik tingkat SD, SMP dan SMA serta reward umrah bagi hafalan terbanyak.Reward umrah tahun ini ditingkatkan menjadi 15 orang dari jumlah tahun sebelumnya 10 orang.
Lebih lanjut Wabup harapkan bahwa ijazah yang akan diterima santri jangan hanya sebagai bukti fisik dalam melanjutkan pendidikan lebih tinggi. “Anak kita belajar mengaji jangan hanya mengharapkan ijazah untuk melanjutkan sekolah atau untuk menikah nanti, namun hendaknya memang untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Wabup.
Sementara itu ketua pelaksana Musrizal melaporkan kegiatan khatam yang dilaksanakan secara rutin di tingkat jorong Bukit Tamasu saat ini ke 49 dengan peserta sebanyak 24 orang dari dua TPA Al Mutaqin dan Nurul Islam.
Turut hadir pada acara tersebut Camat Rambatan Liza Martini, Forkopimca, Walinagari dan tokoh masyarakat setempat.(Z.Z/hms)