
Bengkulu, HN- Sebanyak tiga Desa di
Kecamatan Sukaraja, Bengkulu sudah terindikasi terjangkit penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD). Tiga desa itu masing-masing: Desa Sidoluhur, Desa Kayu Arang dan Desa Riak Siabun. Di ketiga Desa tersebut, hari ini Jum’at(26/08) di laksanakan penyemprotan pengasapan untuk pencegahan penyakit DBD ini.
Upaya penyemprotan merupakan program dari Pemerintah Kabupaten Seluma, secara langsung yang di pimpin oleh Kabid kesehatan Seluma, Diharman yang memberikan terangan di dalam wawancara dengan awak media di Desaa Sidoluhur.
Diharman memberikan keterangan terkait boking penyemprotan racun pencegahaan penyakit DBD yang sudah menyerang di Kabupaten Seluma, bahkan warga desa Sidoluhur berinisial E dan T sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Provinsi selama 5 hari bersama anaknya. “Kami dari Dinas Kesehatan Seluma, turun langsung untuk memberikan boking penyemprotan demi untuk mencegah menularnya penyakit DBD.
‘Saya sebagai Kabid Kesehatan melihat langsung di lapangan, di lingkungan rumah, di desa dan sekitar rumah penduduk sangat kotor dan kurang terawat maka dari itu bila musim hujan untuk bersarang induk nyamuk dan jentik nyamuk. Dan di Kabupaten Seluma, sudah 5 puskesmas kususnya di kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Air Periukan dan tidak menutup kemungkinan di Kecamatan Talo kami akan menuju ke lokasi dan akan mengadakan boking penyemprotan dan pencegahan penyakit DBD agar penyakit tersebut bisa di cegah untuk menjadikan Kabupaten Seluma, sehat dan kuat” pungkas Dirharman.
Sementara E (50) salah satu warga yang Desa Sidoluhur Kadus 2 dan anaknya yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umi Bengkulu, dengan biaya memakai kartu BPJS Umum dan sudah dirawat di rumah sakit 5 hari dan sekarang mulai berangsur sembuh.
E berharap kepada Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten maupun Instansi terkait, penyakit yang saya derita dan anak saya mohon untuk doa dan bantuanya demi untuk mengobati penyakit DBD dikarenakan sampai di boking dan penyemprotan di laksanakan di Desa dan di rumah saya belum ada tanggapan dan perhatian dari desa maupun dari pihak manapun dan saya berharap kepada Pemerintah mohon di bantu untuk biaya perawatan keluarganya.
Sementara Kepala Desa Sidolnuhur Sutrisno saat ditemui oleh awak media di ruang kerjanya mengatakan ” Saya tau warga saya ada yang terjangkit penyakit tersebut awal dari desa meminta data kepada warga yang mengalami penyakit DBD. Hasil dari Rumah Sakit ,tes labutarium sesuai dan hasil positif maka dari itu kami dari pihak Pemerintah Desa melaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Dinas Kesehatan Seluma, setelah menerima laporan dari kami Dinas Kesehatan langsung turun ke lokasi dan memberikan pencegahan dan antisipasi menularnya demam berdarah di Desa Sidoluhur dan Desa Kayu Arang serta Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja. Kemudian juga Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periuan. Dan kami sebagai Kepala Desa sudah berusaha masalah penyakit saya tidak tau menahu itu saya serahkan kepada kesehatan di dalam bidangnya”. (Red)