
Bengkulu, HN- Suksesnya Pemilihan Umum (Pemilu) tidak terlepas dari peran semua unsur yang ada di dalam masyarakat dan sebuah bangsa. Dalam hal ini Pemerintah memiliki peranan yang penting dalam menjaga menjaga stabilitas Politik dan Keamanan (Polkam) dalam Pemilu, sekaligus menjamin netralitas Aparatus Sipil Negara (ASN). Tentunya ini membutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak, sehingga Pemilu dapat berjalan aman, kondusif, tertib dan lancar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menjelaskan, bahwa peran Pemerintah Daerah dalam mensukseskan Pemilu antara lain menyiapkan anggaran untuk penyelenggaraan Pemilu termasuk angggaran untuk Pengamanan Pemilu.
Selain itu, Pemerintah Daerah juga menyiapkan data awal untuk dilakukan verifikasi oleh Penyelenggara Pemilu. (2024) yang akan datang.
“Akan menjamin stabilitas Politik dan Keamanan dengan bekerja sama Aparat Penegak Hukum termasuk pihak Inteligen Negara serta akan menjamin netralitas ASN. Itulah peran dan fungsi dari Pemerintah dalam mensukseskan Pemilihan Umum” ungkap Hamka Sabri, saat menjadi Narasumber Kegiatan Forum Komunikasi Sosial Bidang Politik Dalam Negeri bersama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI, di hotel ternama Kota Bengkulu, Jum’at (20/01).
Ditambahkan Sabri, Pemilu tentu tidak akan berjalan jika tanpa adanya anggaran. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan dana hibah untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 nanti.
“Sedangkan anggaran berupa hibah untuk penyelenggaraan Pemilu masih dalam verifikasi untuk dianggarkan dalam APBD pemerintah Provinsi Bengkulu” jelasnya.
Direktur Politik Dalam Negeri Kemendagri RI Syarmadani mengatakan, menjaga stabilitas keamanan dalam mensukseskan Pemilu itu adalah tanggung jawab semua komponen bangsa terutama pihak yang terlibat dalam Pemilu.
Komponen itu, jelasnya, seperti Penyelenggara Pemilu, Peserta Pemilu, Pemerintah Daerah yang mendukung, rakyat yang memegang kedaulatan, Media Massa yang menyuarakan dan juga pihak-pihak yang peduli pada Pemilu.
Menurutnya Syarmadani, banyak hal yang membuat Pemilu itu tidak aman atau menjadi titik rawan seperti dimulai dari Media Massa atau pun kearifan lokal sehingga perlu dijaga bersama .
“Semua pihak harus menjaga, Pemerintah Daerah pada perannya dengan sosialisasi untuk menjaga ketertiban dan kelancaran dari penyelenggaraan Pemilu itu sendiri,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti peserta dari Kesbangpol Kabupaten dan Kota se-Provinsi Bengkulu, Ormas dan Tokoh Masyarakat Provinsi Bengkulu.” (DT/MI-Yudi Wusono)