Solok – Program Studi D3 Manajemen Informatika, Fakultas Ekonomi Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok kembali menggelar Mini Expo 2026 sebagai ajang menampilkan hasil karya inovatif mahasiswa di bidang teknologi informasi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 21–22 Juli 2026, di Kampus 1 UMMY Solok ini menghadirkan berbagai prototype Internet of Things (IoT) dan karya di bidang Cyber Security yang merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek.
Mini Expo menjadi salah satu agenda rutin tahunan Program Studi D3 Manajemen Informatika sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teori di kelas, tetapi juga menghasilkan produk inovatif yang siap diperkenalkan kepada masyarakat.
Ketua Panitia Mini Expo, Muhammad Nur Fadillah, dalam laporannya menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah dimulai sejak awal Juli 2026 dengan pembentukan kepanitiaan. Berkat kerja sama seluruh panitia dan mahasiswa, kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana.
“Mini Expo tahun ini menampilkan sebanyak empat karya Internet of Things (IoT) serta tiga karya Cyber Security berupa poster edukasi tentang keamanan komputer dan perangkat digital yang telah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Peserta kegiatan merupakan mahasiswa semester 2 dan semester 4 Program Studi D3 Manajemen Informatika. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama dalam Mini Expo 2026 adalah pameran empat prototype Internet of Things (IoT) hasil karya mahasiswa Program Studi D3 Manajemen Informatika. Seluruh prototype dikembangkan melalui pendekatan Project Based Learning (PjBL) dengan mengangkat permasalahan nyata di sektor pertanian, peternakan, hingga kebutuhan rumah tangga. Setiap perangkat dirancang menggunakan teknologi sensor, mikrokontroler, dan konektivitas internet sehingga mampu bekerja secara otomatis serta dapat dipantau secara digital.

Prototype pertama adalah PadiSmart, sebuah sistem penjemuran padi otomatis yang dirancang untuk membantu petani meningkatkan efisiensi proses pengeringan hasil panen. Perangkat ini memanfaatkan sensor cuaca untuk mendeteksi perubahan kondisi lingkungan, seperti hujan maupun intensitas cahaya matahari. Ketika cuaca berubah, sistem secara otomatis mengaktifkan mekanisme penutup atau membuka area penjemuran sehingga kualitas gabah tetap terjaga dan risiko kerusakan akibat cuaca dapat diminimalkan.

Inovasi kedua, SmartCoop, merupakan sistem kandang ayam pintar yang mengintegrasikan teknologi IoT untuk memudahkan pengelolaan peternakan. Sistem ini mampu mengatur jadwal pemberian pakan secara otomatis, sekaligus memantau kondisi kandang melalui sensor yang terhubung ke internet. Dengan teknologi tersebut, peternak dapat melakukan pemantauan secara real-time sehingga produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan ternak dapat meningkat.

Karya berikutnya adalah DragonLight, sebuah sistem penyinaran tanaman buah naga berbasis IoT yang dikembangkan untuk membantu petani mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Alat ini mengendalikan pencahayaan secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman, terutama pada malam hari, sehingga proses pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung lebih optimal. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya buah naga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pengoperasian lampu secara manual.

Sementara itu, KittyFeed merupakan perangkat pemberi makan kucing otomatis berbasis IoT yang ditujukan bagi pemilik hewan peliharaan. Sistem ini memungkinkan pemberian pakan sesuai jadwal yang telah ditentukan dan dapat dipantau maupun dikendalikan melalui perangkat digital. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi hewan peliharaan tetap terpenuhi meskipun pemilik sedang berada di luar rumah.
Keempat prototype tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi solusi teknologi yang aplikatif dan bermanfaat. Inovasi yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk yang dapat diimplementasikan untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, dan kehidupan masyarakat di era transformasi digital.
Baca Juga Info Menarik:
Waspada Juice Jacking: Charger Gratis di Tempat Umum Bisa Bobol Semua Data Pribadi Anda
Waspada Catphising: Modus Baru Penipuan Online yang Memanipulasi Emosi dan Identitas
Selain menampilkan perangkat IoT, mahasiswa juga memamerkan tiga karya Cyber Security berupa poster edukasi mengenai keamanan komputer dan perangkat digital. Seluruh karya tersebut telah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan terhadap inovasi yang dihasilkan mahasiswa.
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika (HMJ-MI), Mezhiya Ammera Trinovita, turut memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara. Menurutnya, Mini Expo menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam menghasilkan karya teknologi.
“Karya-karya yang ditampilkan hari ini sangat luar biasa. Nilainya akan semakin besar apabila inovasi tersebut dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Mezia.
Sementara itu, Pembina HMJ-MI, Etika Melsyah Putri, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa Mini Expo merupakan ruang bagi mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengembangkan solusi teknologi yang tepat guna.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk melahirkan inovasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan di bidang teknologi informasi, khususnya pengembangan IoT dan keamanan siber,” jelasnya.
Kegiatan Mini Expo secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi D3 Manajemen Informatika, Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA., CSCU., CEH. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Mini Expo merupakan program kerja tahunan yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di Program Studi D3 Manajemen Informatika.
“Mini Expo merupakan implementasi nyata dari Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Melalui pendekatan ini, mahasiswa menghasilkan luaran berupa prototype produk Internet of Things (IoT) serta karya yang telah didaftarkan pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Harapannya, karya-karya ini dapat terus dikembangkan hingga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat maupun dunia industri,” katanya.
Selama pelaksanaan Mini Expo, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai prototype perangkat IoT serta poster edukasi mengenai keamanan komputer dan perangkat digital. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Program Studi D3 Manajemen Informatika UMMY Solok dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, serta mampu menghasilkan karya berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Melalui Mini Expo 2026, Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok kembali menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan kreativitas, inovasi, dan budaya riset mahasiswa. Diharapkan kegiatan ini mampu memotivasi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya teknologi yang bermanfaat, memiliki nilai akademik, serta berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan perkembangan industri digital di Indonesia.