
Sawahlunto (SUMBAR), hulunews.net- Siapa yang tidak kenal dengan Deri Asta, SH yang saat ini menjabat sebagai Orang Nomor Satu di Kota Sawahlunto. Dibawah kepemimpinannya bersama Wakil Walikota (Wawako) Zohirin Sayuti, SE, MM, Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto selalu komitmen dalam menerapkan disiplin Ptotokol Kesehatan (Prokes) demi mencegah Claster baru penyebaran Covid-19.
Resepsi Pernikahan Wako Deri Asta, SH bersama Maivy Belani Husman, M.Ph pun ditetapkan akan digelar dengan menerapkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) ketat. Pesta dilaksanakan secara tertutup dengan jumlah undangan yang terbatas dan telah diseting sedemikian rupa sesuai dengan aturan Prokes 3M.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Walikota (Wawako) Sawahlunto H.Zohirin Sayuti, MM pada saat Jumpa Pers dengan Awak Media dan Wartawan Sawahlunto hari ini, Jum’at, 19 Februari 2021.
Setelah melaksanakan Akad Nikah pada Jum’at, 12 Februari 2021 lalu, pasangan Wako Deri Asta, SH dan Maivy Belani Husman, M.Ph akan menggelar Resepsi Pernikahan pada Minggu, 21 Februari 2021 mendatang.
Wawako Zohirin Sayuti yang didampingi Sekdako Dr.dr Ambun Kadri, MKM; Asisten 1 Irzam; Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sawahlunto; Kepala Kesbangpol dan Kabag Humas Pemko Sawahlunto Wiza Andrita yang sekaligus bertindak sebagai Pembawa Acara, menegaskan bahwa Resepsi Pernikahan Wako Deri Asta,SH dilaksanakan secara tertutup dan menerapkan Protokol Kesehatan ketat, mengingat masih dalam situasi Pandemi Covid-19.
Wako Deri Asta, SH bersama Pemko dan seluruh jajarannya benar-benar ingin memberikan contoh yang baik kepada masyarakat umum dan publik tata cara mengadakan resepsi/keramaian di masa pandemi Covid-19.
“Jadi kami tegaskan bahwa acara kenduri Bapak Walikota dilaksanakan dalam bentuk tertutup, tidak ada undangan terbuka.Untuk undangan dibatasi hanya 1.500 dan akan dibagi dalam 5 sesi.Dan acara hanya digelar dari pagi sampai jam 5 sore.Jasi malam tidak ada acara” terang Wawako.
Lebih lanjut Wawako katakan dalam acara Resepsi ini, Wako Deri Asta beserta jajaran Pemko Sawahlunto ingin memberikan contoh untuk semua warga masyarakat bagaimana seharusnya acara keramaian/kenduri di masa Pandemi dilaksanakan.
“Ini semua dilakukan Wako untuk memberi contoh, seharusnya beginilah kenduri dalam situasi Pandemi, tidak ada sesi foto-foto, Meja Tamu dan Buku Tamu, Meja Presidiner bahkan jalan pun akan diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi antrian masa yang dapat menyebabkan timbulnya claster baru Covid-19.Undangan yang datang akan diberikan nasi kotak, kalaupun ada sesi foto akan diatur dan tamu langsung dipersilahkan pulang” tutur Wawako.
“Dan ini yang harus kita biasakan dalam masa Pandemi di masyarakat kita dalam mengadakan keramaian. Kita harus bisa menyesuaikan dan mengubah kebiasaan dari masa normal sebelum pandemi dan setelah pandemi, karena ini semua demi kebaikan bersama, agar kita semua terhindar dari bahaya Covid-19” lanjutnya.
Wawako juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Wako Deri Asta dan pihak keluarga karena dalam acara resepsinya, Beliau tidak dapat mengundang seluruh jajaran baik di lingkup Pemko Sawahlunto maupaun di luar Sawahlunto juga rekan- rekan Media, semua itu dikarenakan kondisi dan situasi Pandemi Covid-19, demi menjaga keamanan dan timbulnya claster baru khususnya di Sawahlunto.
Wawako berharap agar rekan-rekan Media dan Wartawan yang ada di Sawahlunto dapat menyampaikan informasi ini kepada publik, sebagai perpanjangan tangan Pemko bahwa Resepsi Pernikahan Wako Sawahlunto dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.(Z.Z/MR)