
Sawahlunto,hulunews.net,-Dampak dari situasi Darurat Covid-19 mulai dirasakan masyarakat. Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, namun wabah Covid-19 juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Roda perekonomian tersendat bahkan seolah berhenti. Berbagai bahan pokok mengalami lonjakan harga yang cukup drastis. Sementara perekonomian masyarakat menurun. Penghasilan masyarakat menurun sejak diberlakukannya kebijakan Penanganan Pencegahan Covid-19 yang membatasi ruang gerak serta aktivitas masyarakat dalam melaksanakan kegiatan ekonomi yaitu mencari sumber pendapatan.
Harga bawang merahpun yang semula perkilonya berkisar Rp.28.000,- sekarang naik menjadi Rp.33.000 perkilonya.
Situasi tersebut dikeluhkan Syafrinaldi, salah satu Pedagang Sembako di Pasat Kota Sawahlunto, Rabu, 15 April 2020 kemaren. Syafrinaldi juga mengatakan selain harga melonjak naik, pengunjung pasarpun sepi, sehingga omset pedagang pun menurun.
‘’Selain harga-harga naik, pengunjung pasar pun sepi Pak. Omset pedagang pun menurun apalagi dihari-hari biasa. Di hari pasarpun yang kita harapkan dapat menaikkan jual beli, namun pengunjung tetap sepi, tidak seramai sewaktu belum ada wabah Virus Corona’’ keluh Syafrinaldi.
Dampak Covit-19 memang sudah sangat dirasakan oleh berbagai tingkatan di tengah-tengah masyarakat. Tim hulunews.net mengakui semua keluhan baik bagi masyarakat yang mau berbelanja sangat merasakan semua bahan pokok melonjak drastis, sedangkan keadaan perekonomian mulai dirasakan merosot. Pedagang juga mengeluhkan sedikitnya pengunjung pasar yang membuat omset pedagang terus menurun. Semua ini disampaikan ke tim Sidak Pasar, Rabu, 15 April 2020 kemaren.
Masyarakat dan pedagang berharap agar Pemerintah bisa mendapatkan solusi terbaik, baik bagi pedagang maupun masyarakat pembeli di tengah-tengah wabah Covid-19 ini. (DA)